Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Zuhrotul Mar’ah, menyampaikan dukungan penuh atas hadirnya Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS), program baru Pemkot Surabaya yang menyasar pembinaan perilaku remaja berisiko.
Menurutnya, persoalan remaja di Kota Pahlawan tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi. Faktor sosial juga memegang peranan penting, termasuk minimnya waktu orang tua dalam membimbing anak-anak mereka akibat tekanan pekerjaan dan kebutuhan hidup.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
“Kalau ada program Rumah Ilmu Surabaya yang diperuntukkan bagi anak-anak Surabaya yang "bermasalah", itu sangat bagus. Nanti bisa memutus generasi yang awalnya kurang baik, menjadi generasi yang terbimbing,” kata Zuhrotul, Kamis (12/6).
Legislator PAN ini menyebut, konsep RIAS yang menyerupai asrama atau memiliki dormitori, memberi ruang pembinaan karakter yang lebih mendalam.
Ia menyinggung keberhasilan program serupa seperti Rumah Anak Negeri yang kini melahirkan banyak sarjana dari keluarga kurang mampu.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
“Yang saya tahu selama ini ada Rumah Anak Negeri, sekolah bibit unggul, dalam naungan Dinas Sosial. Ini anak-anaknya disekolahkan sampai sarjana. Itu bagian dari program satu keluarga satu sarjana,” tuturnya.
Zuhrotul berharap, program RIAS ke depan bisa terintegrasi lintas dinas, termasuk Dinas Pendidikan, Disnaker, hingga DPM-PTSP.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Menurutnya, jebolan RIAS harus dibekali tidak hanya kemampuan akademik, tapi juga keterampilan kerja dan wirausaha.
“Kalaupun tidak kerja di institusi, dia bisa membuat usaha sesuai bakat dan kemampuannya. Lalu diintegrasikan dengan Dinas PTSP agar perizinan usahanya lebih mudah. Dalam hal permodalan, bisa dikembangkan lewat Dinas Koperasi dan Perdagangan, kerja sama dengan BPR atau Bank Jatim misalnya,” demikian Zuhrotul Mar'ah. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman