Oleh: Dwiki Setiyawan*.
Tujuh belas kali melaksanakan ibadah haji. Ke tanah suci. Luar biasa sosok rekan saya yang satu ini. Namun, hal yang demikian, biasa saja adanya bagi Mas Ratman. Salah seorang tenaga ahli di Komisi VIII DPR-RI.
Baca juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan
Ia berangkat haji lantaran tugas. Untuk diketahui Komisi VIII DPR-RI membidangi agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Mitra kerjanya: Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Pemilik nama lengkap Dr (can) H. Suratman, SH, MH ini jadi tenaga ahli di Gedung Parlemen sejak tahun 2005. Selang satu tahun kemudian, 2006, ia mendampingi pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI, mengawasi pelaksanaan haji di tanah suci. Sekaligus menuaikan ibadah haji perdananya.
Saat tulisan ini dibuat pun (Juni 2025), ia masih di Arabia Saudi. Mengawasi dan ikut melayani jamaah haji Indonesia. Hanya pada tahun 2021 dan 2022 saja dia absen.
Lantaran pengalaman lapangan itu, tak heran, kandidat doktor atau S3 di Universitas Jayabaya Jakarta ini, juga sedang penelitian dalam rangka penulisan, untuk disertasinya bertajuk "Kebijakan Tindak Pidana Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Indonesia".
Mas Ratman, yang asli Wates Kulonprogo Yogyakarta ini, menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (1994). Pun Program S2 Magister Hukum di kampus sama (2007). Konsentrasinya di bidang hukum pidana. Termasuk studi doktornya yang hampir kelar. "Studi saya di S1, S2 hingga S3 linier. Konsistem di bidang hukum pidana," ujar dia sembari terkekeh, pada suatu kesempatan jumpa.
Bagi Mas Ratman, yang juga Ketua Bidang Keanggotaan Majelis Nasional KAHMI Masa Bakti 2022-2027 ini, menjadi Tim Pengawas Haji berkali-kali setiap musim haji tiba, menggoreskan kesan mendalam. Ia telah bertemu, dan ikut melayani ratusan bahkan ribuan jamaah haji Indonesia. Paham pula karakter mereka berdasarkan demografinya.
Kata dia, "Menjadi pelayan tamu Allah, merupakan bagian dari ujian kesabaran dan keikhlasan," seraya menambahkan tentang pentingnya perubahan perilaku dan gaya hidup. Sebelum dan setelah menunaikan ibadah haji.
Baca juga: LK II–LKK HMI Bondowoso–Situbondo Ditutup, Proses Kaderisasi dan Kualitas Kader Ditekankan
"Tentunya perubahan perilaku dan gaya hidup yang semakin baik. Sesuai dengan hakikat haji yang sebenarnya," tandas dia, yang di Grup WhatsApp Pengurus MN KAHMI terkenal dengan ungkapannya: "ngene-ngene wae" (begini-begini saja).
Mas Ratman, suami dari Sri Lestari dan ayah 4 putra-putri ini, pernah pula sebagai Tenaga Ahli Pengkajian Sosial Budaya di Lemhamnas RI (2005-2009). Ia juga memiliki ikatan sosial dan historis dengan tanah kelahirannya, diberi amanah sebagai Ketua Koperasi Konsumen Nasional Kulonprogo Sejahtera (2022-2025).
Semasa kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pernah Ketua HMI Korkom Undip, Ketua Bidang Pembinaan Anggota HMI Cabang Semarang, Ketua Bidang Litbang Badko HMI Jawa Bagian Tengah.
Selanjutnya, puncak karier organisasi HMI-nya sebagai Bendahara Umum PB HMI Periode 2000-2002. Ia menaiki tangga kariernya hingga ke puncak, benar-benar dari bawah.
Puluhan negara telah ia kunjungi. Dalam rangka studi dan pendalaman keilmuan. Guna memperkuat dan memperkaya kapasitas dirinya. Diantaranya studi tentang: HAM dan transformasi konflik di Norwegia, Manajenen bencana di Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat dan Thailand, Perlindungan dan Jaminan Sosial di Finlandia, Swedia, Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Maroko, Sistem Kesejahteraan Lanjut Usia di Cina, dan Sistem Pengawasan Penyelenggaran Ibadah Haji di Malaysia dan Arab Saudi.
Akhirnya, sosok seperti apakah Suratman yang kita bicarakan ini?.
Kalaulah ditarik benang merah dari tulisan ini, ia sebenarnya seperti ungkapan kata bijak ini, "Siapapun yang ingin mencari pengetahuan musti pergi jauh, dan siapapun yang mencari pengalaman harus lebih mendekat...".
Jakarta, 24 Juni 2025
.
*Penulis adalah Wasekjen MN KAHMI Masa Bakti 2022-2027, dan Ketua Umum Bakornas LAPMI PB HMI 1997-1999
Editor : Redaksi