Mahasiswa Unesa Lolos Pendanaan PKM 2026 dengan SMARTBOYSHIP, Kapal Pintar Berbasis AIoT untuk Wilayah Kepulauan
Surabaya, JatimUPdate.id – Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Video Gagasan Konstruktif (VGK) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Belmawa.
Dalam program tersebut, tim mahasiswa Unesa mengangkat sebuah gagasan inovatif berjudul “SMARTBOYSHIP: Kapal Dual-Mode Otomatis Berbasis AIoT Terintegrasi BMKG-GPS Mewujudkan Transportasi Cerdas dan Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan Indonesia.”
Tim pengusul SMARTBOYSHIP terdiri atas lima mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari berbagai disiplin ilmu yang berkolaborasi dalam mengembangkan gagasan inovatif tersebut. Tim dipimpin oleh Nur Abdillah Raklisyah dari Program Studi Pendidikan Biologi sebagai ketua tim.
Anggota tim terdiri dari Ibnu Sina Bawain dari Program Studi Pendidikan Biologi, Nur Aula Sabrina dari Program Studi Sistem Informasi, Ahmad Dhani Khaniffudin dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, serta Jauhar Mawahib dari Program Studi Teknik Elektro. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi kekuatan utama dalam merancang SMARTBOYSHIP sebagai solusi transportasi maritim cerdas yang mengintegrasikan aspek teknologi, desain, keselamatan, dan ketahanan pangan untuk wilayah kepulauan Indonesia.
Gagasan SMARTBOYSHIP lahir dari berbagai permasalahan yang masih dihadapi masyarakat kepulauan Indonesia, seperti gangguan pelayaran akibat cuaca ekstrem, keterbatasan konektivitas antarwilayah, tingginya risiko keselamatan pelayaran, hingga terganggunya distribusi logistik pangan ketika terjadi pembatalan atau keterlambatan transportasi laut.
Melalui konsep ini, tim mahasiswa menawarkan inovasi transportasi maritim cerdas yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) dengan sistem BMKG-GPS untuk memantau kondisi cuaca, gelombang laut, serta posisi kapal secara real-time. Integrasi teknologi tersebut memungkinkan kapal mengambil keputusan operasional secara otomatis berdasarkan kondisi perairan yang sedang dihadapi.
Keunggulan utama SMARTBOYSHIP terletak pada sistem Dual-Mode Operation, yaitu kemampuan kapal untuk beroperasi dalam dua mode berbeda. Pada kondisi laut normal, kapal berlayar di permukaan seperti kapal pada umumnya. Namun, ketika sistem mendeteksi gelombang tinggi atau cuaca ekstrem, kapal dapat beralih ke mode yang lebih aman secara otomatis guna meminimalkan risiko kecelakaan dan menjaga kelancaran perjalanan.
Selain berfokus pada keselamatan pelayaran, SMARTBOYSHIP juga dirancang untuk mendukung ketahanan pangan wilayah kepulauan. Kapal ini dilengkapi dengan Cargo Safe Compartments yang berfungsi menjaga kestabilan dan keamanan muatan logistik selama perjalanan.
Dengan demikian, distribusi bahan pangan ke daerah kepulauan dapat tetap berlangsung meskipun menghadapi tantangan cuaca maritim yang dinamis.
Untuk meningkatkan keselamatan penumpang, SMARTBOYSHIP juga menghadirkan fitur Auto Secure Belt yang dapat aktif secara otomatis ketika sistem mendeteksi kondisi berisiko. Di sisi lain, fitur Satellite Connect memungkinkan kapal tetap terhubung dengan pusat kendali meskipun berada di wilayah laut lepas yang minim jaringan komunikasi.
Menariknya, konsep SMARTBOYSHIP turut mengusung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan Solar Power Panels dan Wave Energy Converter sebagai sumber energi pendukung operasional kapal. Pemanfaatan energi matahari dan gelombang laut ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus mendukung pengembangan transportasi maritim yang lebih ramah lingkungan.
Pulau Bawean dipilih sebagai wilayah percontohan dalam pengembangan konsep SMARTBOYSHIP. Wilayah ini dinilai memiliki karakteristik yang mewakili berbagai tantangan transportasi dan distribusi logistik yang umum terjadi di kawasan kepulauan Indonesia. Ke depan, konsep ini diharapkan dapat diterapkan pada berbagai wilayah kepulauan lain yang memiliki kondisi serupa.
Keberhasilan tim SMARTBOYSHIP dalam memperoleh pendanaan PKM Belmawa Kemendiktisaintek juga tidak terlepas dari bimbingan Dwi Anggorowati Rahayu, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Surabaya yang berperan sebagai dosen pembimbing.
Melalui arahan dan pendampingan yang diberikan sejak tahap penyusunan proposal hingga proses seleksi, beliau turut mendukung pengembangan gagasan SMARTBOYSHIP agar menjadi solusi inovatif yang relevan terhadap tantangan transportasi maritim dan ketahanan pangan di wilayah kepulauan Indonesia.
Keberhasilan lolos pendanaan PKM Belmawa Kemendiktisaintek menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unesa terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Melalui SMARTBOYSHIP, para mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan sistem transportasi maritim yang lebih aman, adaptif, berkelanjutan, serta mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia.
"Melalui SMARTBOYSHIP, kami ingin menghadirkan gagasan transportasi maritim masa depan yang tidak hanya berorientasi pada keselamatan pelayaran, tetapi juga mampu menjaga distribusi pangan dan memperkuat konektivitas wilayah kepulauan Indonesia," ungkap tim penggagas SMARTBOYSHIP. (*)
Editor : Redaksi