Sidoarjo, JatimUPdate.id - Persik Kediri dipastikan bakal berkandang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Baca juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki
Keputusan ini diambil menyusul kondisi Stadion Brawijaya Kediri yang masih belum layak digunakan untuk pertandingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kepastian tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto.
Menurutnya, permohonan resmi dari pihak Persik telah diterima dan direkomendasikan oleh Pemkab Sidoarjo.
"Permohonan mereka untuk menggunakan Stadion Gelora Delta sebagai home base sudah kami terima dan kami keluarkan rekomendasi. Saat ini tinggal menunggu jadwal pertandingan mereka," ujar Yudhi saat ditemui di Mal Pelayanan Publik Sidoarjo, Kamis (26/6/2025).
Yudhi menambahkan, secara administrasi semua dokumen dari kubu Macan Putih sudah lengkap. Namun, untuk pelaksanaan teknis setiap pertandingan, harus tetap melalui koordinasi dengan pihak keamanan dan instansi terkait.
Baca juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku
"Secara administratif semuanya sudah lengkap. Namun untuk pelaksanaan teknis, tetap harus dikoordinasikan," tambahnya.
Soal biaya sewa, Persik telah menyetujui tarif Rp40 juta per pertandingan, sesuai dengan Peraturan Daerah yang berlaku di Kabupaten Sidoarjo.
Keputusan Persik berkandang di luar Kediri tak lepas dari persoalan yang mendera Stadion Brawijaya.
Baca juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi
Dalam dua laga terakhir Liga 1 musim 2024/2025, stadion tersebut mendapat sorotan karena lampu stadion tiba-tiba padam saat pertandingan, serta lapangan tergenang air ketika hujan deras.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Yono Heryadi, menyebut pihaknya akan melakukan renovasi menyeluruh, termasuk mengganti sistem pencahayaan dan memperbaiki drainase.
"Satu unit lampu stadion bisa mencapai Rp25 juta. Totalnya, kami butuh 96 titik lampu," jelas Yono.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat