Kades Bertato Yuni Nugroho Alias “Hoho” Alkaf Ubah Wajah Desa, Dedi Mulyadi: Kepemimpinannya Keren

Reporter : M Aris Effendi
Yuni Nugroho Alias “Hoho” Alkaf, Kepala Desa Purwasaba di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah,

 

Banjarnegara, JatimUPdate.id, - Desa Purwasaba di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, semakin mencuri perhatian seiring keberhasilan kepemimpinan Yuni Nugroho Alias “Hoho” Alkaf.

Baca juga: Musdes LPJ BUMdesa Merdeka Desa Selokbesuki Kec. Sukodono, Kab. Lumajang Tuntas Terselenggara

Sosok Kepala Desa yang dijuluki “Hoho” ini tidak hanya dikenal tampil tato dan nyentrik, melainkan juga visioner, dengan mengubah potensi lokal menjadi mesin ekonomi melalui BUMDes.

Memanfaatkan dana desa, Hoho membangun berbagai unit usaha berbasis pertanian dan peternakan, diantaranya sawah produktif, peternakan ayam petelur (7.000 ekor dalam empat kandang) dengan produksi 420 kg telur per hari, hingga pembudidayaan ikan.

Semua itu tak hanya mencetak keuntungan bagi desa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang sempat blusukan ke Desa Purwasaba, mengungkapkan kekagumannya.

“Saya ini habis dari Purwokerto, Banyumas, sekarang ke sini, ke Purwasaba. Kades ini bukan cuma tampilannya yang bertato dan nyentrik, tapi kepemimpinannya juga keren," kata Dedi Mulyadi dalam unggahan media TikTok yang viral belum lama ini dan dikutip redaksi JatimUPdate.id pada Senin (30/06/2025).

Baca juga: Bertransformasi Lewat TPS 3R, Desa Kilensari Targetkan Naik Kelas Jadi Desa Peduli Lingkungan

Tak hanya pujian. Dedi menegaskan bahwa Purwasaba layak mendapatkan dana desa Rp3–5 miliar per tahun jika dikelola seperti cara Hoho.

Sebagaimana unggahan media sosial berbasis TikTok yang viral itu disebutkan hubungan kedua sosok local leader itu (Gubernur Jabar dan Kades Purwasaba) didasari silaturahmi dan visi bersama, pemberdayaan ekonomi desa.

Saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI, Dedi sempat membeli 120 ekor sapi dari BUMDes Purwasaba, sebagai bentuk dukungan nyata meski Banjarnegara bukan daerah pemilihannya.

Baca juga: Terima Kepala Desa, Wamen Viva Yoga: Pemberdayaan Desa Merealisasi Asta Cita Masyarakat Sejahtera

Hoho, yang merupakan pengusaha sebelum menjabat sebagai kades, menerapkan prinsip manajemen modern dalam pengelolaan BUMDes.

“Kita serius kelola, ada perencanaan, ada SDM lokal yang dilatih, dan pasar kita bangun,” ujarnya.

Dengan target omzet Rp2 miliar per tahun pada akhir 2025 atau awal 2026, desa Purwasaba kini bukan hanya contoh sukses pemanfaatan dana desa, tetapi juga lambang bangkitnya ekonomi desa dari potensi lokal. Sebuah kisah inspiratif yang layak diangkat lebih luas. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru