Muhlis Ali: Polri Adalah Cermin Negara di Mata Rakyat

Reporter : Shofa
Muhlis Ali, Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia

Jakarta, JatimUPdate.id - Dalam momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-79, Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, Muhlis Ali, menyampaikan refleksi kritis sekaligus apresiasi terhadap eksistensi Polri sebagai institusi negara yang paling dekat dengan kehidupan rakyat. Menurutnya, posisi Polri sebagai wajah negara menuntut tanggung jawab etis, moral, dan profesional yang sangat besar dalam menjalankan tugas.

“Polri adalah wajah negara yang paling sering bersentuhan dengan rakyat. Maka wajah itu harus memancarkan ketegasan yang adil, bukan kekuasaan yang menekan,” ujar Muhlis Ali, mantan Ketua PB HMI dan Ketua Bidang Organisasi DPP Ikatan Keluarga Madura (IKAMA).

Baca juga: SRC Apresiasi Hasil Rapat Komisi III DPR–Kapolri Terkait Revisi UU Polri

Pernyataan tersebut menjadi sorotan penting di tengah harapan publik terhadap reformasi Polri yang lebih substantif. Muhlis menilai, di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri menunjukkan arah perubahan yang nyata—lebih terbuka, presisi, dan sadar akan pentingnya kepercayaan masyarakat.

“Wajah negara itu tak boleh sembarangan. Jika polisi arogan, maka negara tampak menakutkan. Jika polisi adil, maka negara terasa adil pula,” lanjutnya.

Baca juga: Bareskrim Polri Tingkatkan Status Kasus Dugaan Penipuan 28 Miliar Bupati Sidoarjo dan Anggota DPRD ke Penyidikan

Ia menekankan bahwa dalam era keterbukaan dan digital, legitimasi tidak lagi hanya dibentuk oleh kewenangan, tetapi oleh kepercayaan. Oleh karena itu, transformasi menuju Polri Presisi harus diteruskan tidak hanya dalam prosedur teknis, tetapi juga dalam membangun watak kelembagaan yang melayani, mendengar, dan melindungi seluruh warga tanpa pandang bulu.

Lebih lanjut, Muhlis yang juga Ketua Umum Poros Pemuda Indonesia, mengajak generasi muda dan masyarakat sipil untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengawal perjalanan reformasi Polri. Ia menyebut bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan warga adalah kunci bagi masa depan demokrasi yang sehat dan stabil.

Baca juga: Reformasi Polri: Paradoks Cinta dan Benci Masyarakat terhadap Polri

“Selamat HUT ke-79 Polri. Jadilah wajah negara yang memantulkan keadilan, bukan ketakutan. Tunjukkan bahwa hukum berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan,” pungkasnya (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru