Surabaya, JatimUPdate.id - Ketua DPD Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni sepakat dengan penambahan atau pecah dapil di Surabaya, pada pemilu 2029 dengan skema terpisah.
Fathoni menegaskan, Golkar Surabaya sepakat jika Surabaya menjadi tujuh dapil, meskipun intensitas persaingan antar caleg kian brutal.
Baca juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan
"Golkar setuju dapil Surabaya menjadi 7, sehingga efektif melayani warga. Kenapa, mau dapil 5 atau 7 pun intensitas kompetisinya memang tinggi," kata Fathoni, Senin (7/7).
Pasalnya sebut Fathoni, pertarungan antar caleg di kota Surabaya tidak lagi kawasan RW, namun di wilayah RT.
"Karena memang pemilu tingkat kota itu pertarungannya tidak di tingkat RW lagi, tapi tingkat RT." sergah pimpinan DPRD Surabaya itu.
Fathoni menegaskan, pecah dapil di kota Pahlawan akan mendekatkan konstituen dengan wakilnya di DPRD.
Sebab, satu anggota DPRD bisa mewakili empat kecamatan, tidak lagi tujuh hingga sembilan kecamatan.
Baca juga: Sebut Banyak Politisi Ingin Merapat ke PSI Surabaya, Yuga Enggan Sebut Nama
"Jadi mau DAPIL 5 atau 7 DAPIL tetap pasti kompetitif. Tapi setidaknya dengan penambahan jumlah DAPIL itu, warga yang diwakili semakin dekat dengan wakilnya. Paling tidak satu anggota DPRD cukup mewakili 4 kecamatan. kalau 9 hingga 7 tidak efektif ada kecamatan yang ditinggal pelayanannya." beber Fathoni.
Sekretaris DPD Partai NasDem Surabaya, Imam Syafi'i juga sepakat jika terjadi penambahan dapil.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu menegaskan, jika Surabaya masih lima dapil sulit bagi anggota dewan menjangkau konstituennya.
"Bayangkan kalau dapilnya di dalamnya banyak kecamatan, tentu repot. Contoh teman-teman dapil 5. Mereka harus melayani warga di Lakarsantri, Pakal, kemudian di Karangpilang yang jauh, kemudian di Asemrowo." tutur Imam.
Baca juga: Perwali Baru, DPRD Ingatkan Pemkot Tak Putus Penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Sebelumnya
Imam menyebut, dengan jangkauan yang jauh tersebut, menyulitkan bagi anggota dewan untuk melayani warga lebih maksimal.
Maka dari itu, Imam menegaskan, sepakat pada pemilu mendatang Surabaya harus ada penambahan atau pecah dapil.
"Sekarang, saya harus ngurus enam kecamatan di dapil 1, dan lebih maksimal bila melayani masyarakat dengan empat kecamatan," demikian Imam Syafi'i. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat