Bondowoso, JatimUPdate.id– Di tengah kelangkaan BBM yang membuat antrean panjang di sejumlah SPBU, Barisan Santri Reborn (BSR) Bondowoso menyatakan dukungan atas langkah cepat dan solutif yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Baca juga: Di Tengah Irama Zumba dan Ramainya CFD, BPS Bondowoso Sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026
Salah satu yang disorot BSR adalah anjuran Sekretaris Daerah (Sekda) Fathur Rozi yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan sepeda menuju tempat kerja, khususnya bagi yang tinggal tidak terlalu jauh.
“Anjuran tersebut patut didukung. Ini bukan sekadar respons atas krisis BBM, tapi juga bagian dari ajakan hidup sehat dan ramah lingkungan,” ujar Zaenul Hasan, Sekretaris BSR Bondowoso, Selasa (29/7/2025).
Menurut Zaenul, ajakan naik sepeda di saat BBM sulit diperoleh merupakan langkah sederhana tapi berdampak. Selain menekan konsumsi bahan bakar, gaya hidup ini juga bisa menjadi inspirasi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan kesehatannya.
“Santri harus ikut ambil bagian dalam gerakan sosial seperti ini. BSR siap mendampingi pemerintah dalam mengedukasi masyarakat agar tetap tenang dan bijak menghadapi situasi,” ujarnya.
Baca juga: KAUJE FEST 2026 Digelar di Jember, Dukungan dari Tapal Kuda Mulai Mengalir
Sebelumnya, dalam rapat bersama DPRD dan Forkopimda, Sekda Fathur Rozi menyampaikan bahwa Pemda telah mengusulkan tambahan pasokan BBM kepada Pertamina.
Di saat bersamaan, ia mengimbau masyarakat, khususnya ASN, agar tidak panik dan mulai mempertimbangkan moda transportasi alternatif.
“Kalau tidak terlalu jauh, ayo bike to work,” ucap Fathur Rozi saat RDP di gedung DPRD.
Baca juga: PDIP Bondowoso Target Delapan Kursi DPRD pada 2029, Sinung: Tinggal Mengulang Sejarah
BSR berharap ajakan ini tidak berhenti sebagai respons sesaat, tapi bisa berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas.
“Hemat energi, hidup sehat, dan peduli lingkungan—itu nilai yang ingin kita dorong bersama,” pungkas Zaenul. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat