Bondowoso Dukung Rekor MURI Vasektomi Harganas 2026, 10 Warga Lolos Skrining MOP

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, memberikan keterangan terkait pelaksanaan bakti sosial Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.
Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, dr. M. Imron, memberikan keterangan terkait pelaksanaan bakti sosial Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id,  – Sebanyak 10 warga Bondowoso mengikuti pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi dalam bakti sosial yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebagai bagian dari upaya mendukung pemecahan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pelayanan vasektomi serentak pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas Grujugan, Rabu (8/7/2026), itu merupakan program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) yang melibatkan berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan partisipasi pria dalam program keluarga berencana.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, dr. M. Imron, mengatakan semula terdapat 13 calon akseptor yang mendaftar mengikuti pelayanan MOP.

Namun, setelah menjalani proses skrining kesehatan, hanya 10 orang yang dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani tindakan vasektomi.

"Dari 13 calon akseptor, tiga orang belum memenuhi syarat berdasarkan hasil skrining kesehatan sehingga yang dapat mengikuti tindakan vasektomi sebanyak 10 orang," ujarnya.

Selain faktor kesehatan, kata Imron, ada calon peserta yang tidak dapat mengikuti pelayanan karena berhalangan hadir akibat keperluan keluarga.

Menurutnya, meski jumlah peserta dari Bondowoso tidak terlalu banyak, keikutsertaan daerah tersebut tetap menjadi bagian dari target nasional pelayanan vasektomi serentak yang digelar Kemendukbangga/BKKBN dalam rangka memecahkan Rekor MURI pada momentum Harganas 2026.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa MOP merupakan salah satu metode kontrasepsi permanen bagi pria yang aman, efektif, dan dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang telah memiliki jumlah anak sesuai rencana.

"Kami berharap vasektomi menjadi salah satu alternatif kontrasepsi bagi pasangan yang telah memiliki jumlah anak sesuai rencana serta telah memenuhi persyaratan medis," katanya.

Imron menambahkan, hingga kini peserta program keluarga berencana masih didominasi perempuan, sedangkan keterlibatan pria melalui Metode Operasi Pria masih relatif rendah.

Karena itu, pihaknya terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar stigma terhadap vasektomi dapat berkurang dan semakin banyak pria bersedia berpartisipasi dalam program KB.

"Ke depan kami berharap target akseptor MOP di Bondowoso terus bertambah. Antusiasme masyarakat sebenarnya cukup baik. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami optimistis partisipasi pria dalam program keluarga berencana akan semakin meningkat," ungkapnya.

Metode Kontrasepsi Permanen

Vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) merupakan metode kontrasepsi permanen dengan cara memutus atau menutup saluran sperma (vas deferens), sehingga sperma tidak bercampur dengan air mani saat ejakulasi.

Prosedur ini tergolong operasi ringan yang dilakukan menggunakan anestesi lokal dengan waktu pemulihan relatif singkat. Tingkat efektivitasnya mencapai lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan setelah pemeriksaan memastikan tidak ada lagi sperma dalam air mani.

Meski demikian, vasektomi tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual.
Oleh karena itu, penggunaan kondom tetap dianjurkan pada hubungan seksual yang berisiko. (ries/yh)