Bondowoso, JatimUPdate.id – Laskar Aswaja Bondowoso mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat untuk segera turun tangan menangani krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan tapal kuda.
Baca juga: Business Day SD Plus Al-Ishlah Bondowoso, Siswa Belajar Wirausaha Sejak Dini
Mereka menilai, dampak dari keterlambatan distribusi BBM sudah menyentuh aspek sosial dan ekonomi secara signifikan.
“Kami mendukung penuh kebijakan Bupati Bondowoso, termasuk surat edaran kepada ASN dan langkah monitoring langsung ke SPBU. Tapi ini belum cukup kalau pusat dan provinsi tidak memberikan atensi khusus,” kata Didit Baskariyanto, Koordinator Laskar Aswaja Bondowoso, Rabu (30/7/2025).
Menurut Didit, krisis BBM bukan sekadar soal antrean panjang di SPBU, tapi sudah berdampak luas. Aktivitas warga terganggu, daya beli menurun, harga barang mulai naik, hingga potensi inflasi dan kerawanan sosial yang mengintai.
Lima dampak utama yang disorot:
1. Aktivitas warga terganggu
2. Ekonomi rumah tangga melemah
3. Harga kebutuhan pokok merangkak naik
4. Inflasi mengancam
5. Meningkatnya potensi kerawanan sosial
Di tengah krisis ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengambil langkah cepat.
Bupati Abdul Hamid Wahid menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Kademangan dan Tamansari, dengan cara tak biasa: mengayuh sepeda onthel bersama Sekda Fathur Rozi dan sejumlah pejabat.
Baca juga: Kecamatan Taman Krocok Gelar Pelatihan Administrasi BUMdesa
Ia memastikan bahwa persoalan BBM bukan karena stok kosong, tapi murni masalah distribusi akibat kerusakan jembatan di Besuk.
Arahan Bupati agar ASN menghemat penggunaan kendaraan dinas pun disambut baik. Salah satunya datang dari Moh. Hasan Suryadi, Kepala Bidang Komunikasi di Dinas Kominfo Bondowoso, yang memilih berangkat ke kantor dengan sepeda.
“Banyak ASN yang memang hobi bersepeda, jadi menyambut baik kebijakan Bapak Bupati dalam penanganan keterlambatan BBM,” ujar Hasan sambil tersenyum.
Ia mengaku, biasanya bersepeda hanya dilakukan saat akhir pekan, tapi kini bisa jadi rutinitas harian.
Baca juga: Dari Lapangan Hadang, Harapan Siswa Bondowoso Tumbuh di Pekan Pendidikan Berkah 2026
“Biasanya teman-teman gowes itu Sabtu-Minggu. Sekarang bisa tiap hari,” ujarnya.
Menurutnya, selain membantu penghematan BBM, kebijakan ini sekaligus mendorong gaya hidup sehat di kalangan ASN.
Saat ini distribusi BBM ke Bondowoso mulai dialihkan dari jalur barat lewat Jember, Surabaya, dan Malang.
Pemkab berharap proses normalisasi distribusi berjalan lancar, dan masyarakat tidak terpancing melakukan panic buying yang memperburuk keadaan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat