Atasi Longsor, Mahasiswa Unitri Ciptakan Inovasi Tembok Penahan Tanah

Reporter : Deki Umamun Rois
program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT), mereka berhasil merancang anggaran biaya sekaligus desain teknis Tembok Penahan Tanah (TPT) yang akan dibangun di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (31/7/2025)

 

Malang, JatimUPdate.id – Sebuah langkah nyata dalam pengabdian masyarakat dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang.

Baca juga: Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha

Melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT), mereka berhasil merancang anggaran biaya sekaligus desain teknis Tembok Penahan Tanah (TPT) yang akan dibangun di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (31/7/2025)

Desa Pait, yang terdiri dari lima dusun—Tangkil, Bara’an, Pait Utara, Pait Lor, dan Slatri—menempatkan pembangunan TPT sebagai prioritas utama, khususnya di Dusun Tangkil.

Kepala Desa Pait, Sunarto, menjelaskan bahwa topografi Dusun Tangkil yang lebih tinggi dibandingkan dusun lain membuat wilayah tersebut rentan terhadap tanah longsor.

“Karena posisi topografi Dusun Tangkil yang lebih tinggi, daerah ini rawan longsor. Maka dari itu, program pembangunan tembok penahan tanah ini menjadi prioritas desa,” ungkap Sunarto.

Pembangunan TPT direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2026. Namun, sebelum pelaksanaan, skema dan perkiraan biaya harus disusun secara matang agar pembangunan berjalan efektif dan efisien.

“Kami sedang mempersiapkan perencanaan dan penganggaran agar dapat memperkirakan kebutuhan dana secara tepat,” tambah Sunarto.

Baca juga: Kajari Padang Lawas Diduga Pungli Kepala Desa, Jamintel Reda Manthovani Beri Peringatan Tegas

Sunarto juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa PMT yang telah membantu dalam proses perancangan dan pembuatan desain teknis TPT.

Ia menekankan pentingnya koordinasi bersama aparat desa agar survei lokasi dan tahap perencanaan berjalan lancar.

“Saya berterima kasih atas bantuan teman-teman mahasiswa. Untuk survei lapangan, mereka akan didampingi oleh kepala Dusun Tangkil agar semua berjalan sesuai kebutuhan,” katanya.

Kepala Dusun Tangkil, Rizky, memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Ia menilai kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Teknik Sipil sangat berarti karena menunjukkan keahlian mereka dalam mengaplikasikan ilmu secara langsung untuk kepentingan warga.

Baca juga: Lonjakan Kasus Korupsi Aparatur Desa, Kejagung Luncurkan Aplikasi Jaga Desa untuk Zero Korupsi

“Saya sangat mendukung program ini karena mampu menggabungkan teori teknik sipil dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Rizky.

Dosen pembimbing lapangan, Suhudi, menegaskan bahwa program PMT ini merupakan bentuk implementasi nyata ilmu teknik sipil di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa kelompok 55 yang bertugas di Desa Pait sudah memahami secara mendalam disiplin ilmu mereka dan mampu menerapkannya untuk solusi permasalahan lokal.

Ketua kelompok 55, Abriyanto Setiawan, menegaskan bahwa pembuatan Rencana Anggaran Biaya dan desain model TPT merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat Desa Pait. Fokus utama mereka adalah mengurangi risiko longsor yang selama ini berdampak buruk bagi warga Dusun Tangkil.

“Kegiatan ini kami anggap sebagai pengabdian sekaligus penerapan ilmu teknik sipil. Kami berkomitmen membantu membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegas Abriyanto. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru