Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha
Malang, JatimUPdate.id - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) Kelompok 29, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dari 12 Januari hingga 12 Februari 2026, dengan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika di dua sekolah dasar, yakni SDN 2 Mulyorejo dan SDN 3 Mulyorejo.
Dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Elita Mega Selvia Wijaya, S.Pd., M.Pd., mahasiswa memperkenalkan media pembelajaran inovatif berupa kincir perkalian dan papan bilangan pecahan.
Alat ini dirancang untuk membantu siswa memahami konsep matematika secara konkret, interaktif, dan menyenangkan.
Kegiatan PM-T ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Mulyorejo, Bapak Warsono, yang menyambut baik inisiatif mahasiswa UNITRI.
Dukungan ini menunjukkan sinergi antara pemerintah desa dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Kerja sama ini sangat positif, khususnya dalam memberikan solusi nyata bagi permasalahan pembelajaran matematika di sekolah-sekolah kami,” ujar Warsono.
Di sisi lain, Ibu Kuntum, S.Pd., Kepala Sekolah SDN 2 dan SDN 3 Mulyorejo, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran mahasiswa UNITRI.
Ia menyoroti manfaat media pembelajaran baru yang mampu meningkatkan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran matematika.
Matematika sering kali menjadi mata pelajaran yang sulit dipahami siswa, terutama di sekolah-sekolah yang belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal.
Berdasarkan pengamatan, siswa di SDN 2 dan SDN 3 Mulyorejo kerap menghadapi kesulitan dalam memahami konsep dasar seperti perkalian dan pecahan.
Untuk mengatasi tantangan ini, Kelompok 29 yang terdiri dari 10 mahasiswa UNITRI memperkenalkan dua media pembelajaran inovatif, yaitu Kincir Perkalian, media ini membantu siswa memahami konsep dasar perkalian secara bertahap.
Dengan pendekatan visual dan interaktif, siswa dapat mempelajari hubungan antar bilangan secara lebih sistematis, dan Papan Bilangan Pecahan.
Alat ini memungkinkan siswa memvisualisasikan bentuk dan perbandingan pecahan, sehingga memudahkan mereka memahami materi secara konkret.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa terlihat antusias dan aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran ini tidak hanya membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih percaya diri dalam mempelajari matematika.
Ketua Kelompok 29, Irsena Ate, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan.
“Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, kami berharap media pembelajaran yang telah diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung inovasi pembelajaran di sekolah. Kami ingin kualitas pembelajaran di Mulyorejo meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, program ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan pedagogis, kreativitas, dan tanggung jawab profesional mereka.
Melalui keterlibatan langsung di kelas, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam mengidentifikasi masalah pembelajaran dan merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Dosen pembimbing lapangan, Ibu Elita Mega Selvia Wijaya, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya keberlanjutan program seperti ini.
“Kami berharap melalui kegiatan pengabdian masyarakat tematik ini, manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya untuk sekolah. Kerja sama ini diharapkan terus berlanjut demi meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta berjiwa gotong royong,” ungkapnya.
Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNITRI di Desa Mulyorejo ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar.
Penggunaan media pembelajaran seperti kincir perkalian dan papan pecahan tidak hanya membantu siswa memahami materi matematika, tetapi juga meningkatkan minat belajar mereka.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa, program ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas dapat dicapai dengan kerja sama yang baik dan pendekatan yang tepat.
Upaya ini diharapkan dapat terus dilanjutkan, memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, serta memperkuat peran pendidikan dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. (dek/mmt)
Editor : Miftahul Rachman