Kemdikti Saintek Siapkan Rp 1,8 Triliun untuk Riset

Reporter : Deki Umamun Rois
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Sabuga ITB.

 

Jakarta, JatimUPdate.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas riset di Indonesia, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk mencurahkan dana sebesar Rp 1,8 triliun bagi kampus-kampus di seluruh Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Stella Christie, dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Sabuga ITB.

Prof. Stella menjelaskan bahwa dana Rp 1,8 triliun ini merupakan tambahan yang berhasil dihimpun oleh Kemdiktisaintek selama sembilan bulan terakhir.

Dari jumlah tersebut, sekitar 80% akan dialokasikan langsung kepada peneliti di universitas. "Kami akan mengkhususkan dana ini untuk delapan daerah prioritas," kata Stella.

Kementerian menilai bahwa ada dua komponen vital dalam pelaksanaan riset, yaitu pendanaan dan regulasi. “Untuk membangun ekosistem riset yang baik, kedua hal ini sangat penting,” tambahnya.

Dalam hal regulasi, Kemdiktisaintek telah merancang insentif yang sesuai dengan kebutuhan para peneliti. Stella menjelaskan bahwa peneliti yang berhasil mendapatkan hibah riset akan memperoleh penghargaan dalam bentuk dana langsung.

“Ini akan mempermudah peneliti untuk menerima uang langsung bagi pribadi mereka ketika memenangkan hibah riset,” ungkapnya.

Stella juga mengungkapkan bidang-bidang riset yang akan diprioritaskan untuk mendapatkan alokasi dana, di antaranya adalah energi dan pangan.

“Energi sangat penting untuk ketahanan energi negara kita, sementara ketahanan pangan juga tak kalah krusial,” jelasnya.

Selain itu, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya sektor maritim dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).

“Kita memiliki kekuatan maritim yang hebat, tapi belum teroptimalkan. Kecerdasan buatan dan digitalisasi akan digunakan untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga pertahanan,” pungkas Stella.

Dengan komitmen Kemdiktisaintek untuk menggelontorkan dana riset sebesar Rp 1,8 triliun, diharapkan akan ada lonjakan signifikan dalam pengembangan riset di Indonesia.

Pendanaan yang ditujukan untuk delapan daerah prioritas dan dukungan terhadap peneliti dapat menjadi langkah awal untuk mendorong inovasi dan ketahanan di sektor energi, pangan, maritim, dan teknologi canggih seperti AI.

Semoga inisiatif ini dapat memberi dampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru