Surabaya,JatimUPdate.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni mayakini gerakan rakyat Kabupaten Pati yang melakukan perlawan terhadap Bupati Sudewo tidak berpotensi terjadi di kota Pahlawan.
Meskipun Bimo menilai masih banyak kekurangan dari kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi untuk memajukan kota Surabaya
Baca juga: Surabaya Butuh Pengelolaan Lumpur Tinja, Ciptakan Iklim Sehat di Permukiman
"Potensi Surabaya seperti Pati dari penilaian saya jauh api dari panggang, meskipun memang kita akui masih banyak kekurangan dari kepemimpinan Pak Eri." kata Bimo melalui saluran WhatsApp Jatimupdate, Kamis (14/8).
Menurut Bimo, komunikasi politik antara kedua kepala daerah itu sangat berbeda, meskipun dalam konteks garis haluan, kebijakan dari Eri Cahyadi juga menuai banyak pro kontra.
Misalnya penertiban jukir liar, kasus curanmor yang disebut warga luar Surabaya, kurangnya bersikap terhadap tunggakan pajak pengembang, pemblokiran KK, dan normalisasi Kalianak.
"Pak Eri meskipun dia mungkin dalam konteks kebijakan masih banyak pro kontra, apakah itu parkir liar, curanmor dan lain-lain. Tetapi dalam konteks pendekatan komunikasi politik jika dibandingkan dengan Pak Sudewo seperti yang sudah terjadi baru-baru ini, itu masih jauh lebih baik Pak Eri." urai Bimo.
Baca juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
Bimo memaparkan, Eri Cahyadi langsung terjun ke lapangan jika kebijakannya menuai pro-kontra.
Selain itu Eri Cahyadi juga merespons secara bijak sehingga gejolak yang terjadi tidak sempat menjadi semangat perlawanan.
"Eri masih bisa masuk ke tataran masyarakat, kebutuhan akar rumput masyarakat, dia masih mampu merespon secara bijak apa yang diinginkan warga. Misalnya saat ada ancaman demo besar-besaran terkait jukir liar, Pak Eri bisa secara bijak melakukan semacam dialog sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan." tutur Bimo.
Baca juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan
Bimo menyebut keberhasilan Eri Cahyadi dalam meredam gejolak karena banyak belajar, dan punya segudang pengalaman memimpin Surabaya sebelumnya.
Sehingga papar Bimo, kematangan itu, sementara waktu mampu meredam gejolak masyarakat walaupun kebijakan tersebut bisa jadi merugikan.
"Dan dari segi pengalaman politik dalam konteks kepimpinan eksekutif Pak Eri juga lebih baik karena sebelumnya dia juga pernah memimpin kota Surabaya sebagai petahana. Ya mungkin pengalaman itu yang membedakan antara Pak Eri dengan Pak Sudewo." demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman