Edukasi Kelestarian Hutan Mangrove

Reses di Kampung Nelayan, Abdul Ghoni Dorong Kawasan Maritim Bulak Berkelanjutan

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Abdul Ghoni reses di kampung nelayan, dok jatimupdate.id
Abdul Ghoni reses di kampung nelayan, dok jatimupdate.id

Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menggelar reses atau serap aspirasi masyarakat, bertajuk “Menyerap Aspirasi Nelayan dan Masyarakat Pesisir dalam Mendorong Pengembangan Kawasan Maritim Bulak yang Berkelanjutan”.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji.

Reses dihadiri 200 nelayan dari Kejawan Lor, dan Kelurahan Kenjeran. 

Dalam forum tersebut, para nelayan menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya kebutuhan pembaruan galangan perahu untuk aktivitas melaut.

Pun penataan aktivitas perekonomian masyarakat pesisir agar lebih berkembang dan tertata.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Ghoni menegaskan pengembangan kawasan pesisir harus dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

"Reses ini menjadi ruang untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung agar aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan menjadi program yang berdampak bagi nelayan dan masyarakat pesisir," kata Abdul Ghoni, melalui keterangannya, Jum'at (22/5).

Putra asli Kecamatan Bulak tersebut juga menyampaikan harapannya agar kawasan pesisir memiliki identitas yang kuat melalui pengembangan berbasis potensi lokal masyarakat.

"Bulak memiliki potensi besar dari sisi budaya, masyarakat pesisir, dan ekonomi. Ke depan, saya ingin kawasan ini berkembang menjadi Kampung Nelayan yang tertata, produktif, serta mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat," tambahnya.

Selain membahas pembangunan kawasan pesisir, Abdul Ghoni juga mengedukasi masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan mangrove. 

Menurutnya, keberadaan mangrove memiliki manfaat penting bagi keberlangsungan ekosistem laut dan kehidupan nelayan.

Ia menjabarkan mangrove menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, kepiting, udang, kerang, hingga burung pantai. 

Ghoni menyebut kawasan tersebut juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak dan pembesaran biota laut atau nursery ground.

“Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga ekosistem laut sekaligus mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan,” imbuhnya.

Sementara itu, Armuji menilai kawasan pesisir memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila didukung sinergi berbagai pihak.

"Pembangunan kawasan pesisir bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan kesejahteraan nelayan semakin meningkat," kata Armuji. (Roy)