Tuding Pemkot Abai Fasilitas RPH TOW, Mitra Jagal Ancam Mogok Massal dan Demonstrasi Jilid II

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Abdullah Mansur, dok Jatimupdate.id
Abdullah Mansur, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Mitra Jagal RPH yang tergabung dalam Asosiasi Jagal dan Para Pedagang Daging Sapi se Kota Surabaya, mengancam mogok massal dan demonstrasi jilid II. 

Ancaman itu disampaikan Koordinator Asosiasi Jagal Abdullah Mansur usai hearing di Komisi B terkait fasilitas pemotongan RPH Tambak Oso Wilangon (TOW) yang tergenang darah.

Abdullah menuding Pemkot Surabaya tutup mata juga abai usai memindahkan RPH Pegirian ke Tambak Oso Wilangon (TOW).

"Kami ingin menyampaikan akan ada alarm untuk beberapa ke depan ini. Kita sepakat mogok kerja bersama. Dan kita akan melakukan demonstrasi jilid dua," tutur Abdullah, Senin (6/7).

Abdullah menegaskan kurang optimalnya fasilitas RPH di TOW berdampak pada stabilitas ekonomi kota Pahlawan juga nasional.

Maka dari itu, ia menekankan permasalahan fasilitas RPH TOW segera diselesaikan, atau RPH dipindahkan kembali ke Pegirian.

"Kalau tidak diselesaikan secara cepat, tuntutan kami pindahkan kembali RPH ke tempat yang lama (Pegirian)," tegasnya.

Ia memaparkan RPH di TOW tidak sesuai dengan standar, banyak fasilitas kurang memadai. Misalnya genangan darah di tempat pemotong tidak mengalir maksimal.

Selain itu tambah Abdullah katrol pengangkut daging juga tidak berfungsi maksimal. Sehingga membutuhkan tenaga ekstra.

"Namun, yang paling urgent dan sangat sensitif merupakan akses jalan," ujar Abdullah.

Sebab urai Abdullah akses jalan dari TOW untuk didistribusi daging ke pasar tradisional mengalami hambatan.

"Mulai dari awal ketika kita ingin melakukan penolakan, dan kami ingin minta komitmen Pemkot memberikan fasilitas itu," beber Abdullah Mansur. (Roy/mmt)