Fasilitas Belum Maksimal, Pemindahan Aktivitas RPH ke Tambak Osowilangun Menuai Kritik

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Tangkapan layar video genangan air bercampur darah di fasilitas pemotongan RPH TOW
Tangkapan layar video genangan air bercampur darah di fasilitas pemotongan RPH TOW

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jatim, Muthowif menyoroti genangan air yang bercampur darah di lokasi pemotongan RPH Tambak Osowilangun (TOW).

Menurut Muthowif kejadian tersebut menunjukkan PT RPH Perseroda belum siap mengelola dan melakukan aktivitas pemotongan hewan.

"Menurut penilaian kami, pengelola belum siap untuk beraktivitas pemotongan di TOW, karena hanya ada sesuatu tekanan atau permintaan dari pihak tertentu, pemindahan aktivitas pemotongan ke TOW dilaksanakan tanpa melihat kesiapan sarana prasarana yang ada," tutur Muthowif, Selasa (30/6).

Muthowif menegaskan bangunan RPH TOW sedianya sudah siap dan layak digunakan. Sebab dibangun menggunakan anggaran APBD. 

Berdasarkan data yang dipegang, RPH TOW memakan duit APBD Kota Surabaya sebesar Rp15 M pada tahun 2024.

"Sayangnya RPH digunakan dalam satu bulan berjalan kurang maksimal atau tidak berfungsi secara baik," tegas Muthowif.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Saiful Bahri menganggap pengoperasian RPH TOW tidak maksimal. 

Selain tidak maksimal legislator NasDem itu menyebut pembangunan RPH TOW tidak sesuai harapan.

"RPH yang baru itu kurang maksimal, artinya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan gitu," tukas Saiful.

Ia mendesak pemkot segera melakukan perbaikan agar genangan darah dan air tidak berlarut-larut.

Ia menegaskan jika fasilitas itu tidak segera diperbaiki akan merugikan semua pihak.

"Kami berharap pada pemerintah kota itu segera untuk membaiki, sehingga pedagang atau pengusaha jagal itu merasa enak ada di sana," sergah Saiful.

Dirut RPH Fajar Arifianto Isnugroho, menjelaskan genangan itu lantaran lantai tempat pemotongan hewan di RPH TOW tidak memiliki elevasi.

Fajar mengeklaim permasalahan tersebut sudah disampaikan ke Pemkot untuk dilakukan perbaikan.

"Makanya keluhan genangan itu sudah kita sampaikan ke Pemkot, dan Pemkot juga akan segera memperbaiki lantainya itu," tegas Fajar.

Fajar mengungkapkan permasalahan di RPH TOW tidak hanya genangan. Namun juga gantungan daging, karkas kerekan dan debit air.

"Itu semuanya sudah kita sampaikan ke Pemkot untuk segera ditindaklanjuti," beber Fajar Arifianto Isnugroho.(Roy/mmt)