Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Debinra Training

Reporter : Shofa
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik Phd

Jakarta, JatimUPdate.id - Pemerintah terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini mengemuka dalam peluncuran divisi baru PT Dewi Bintang Maharatu, yakni Debinra Training, yang digelar lewat webinar bertema “Daya Saing UMKM Berbasiskan Kualitas”, Selasa (19/8).

Webinar tersebut menghadirkan tokoh penting, di antaranya Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Riza Damanik Ph.D, Direktur Penguatan Penerapan Standard dan Penilaian Kesesuaian BSN, Nur Hidayati, S.Si, M.Si, serta Direktur Eksekutif Mastan, Dra. Nurasih Suwahyini, M.Lib. Dari internal Debinra hadir Assoc. Prof. Sulistyowati SH MH selaku Komisaris, serta Dr. Dewi Nadya Maharani SH MH sebagai CEO.

Peserta webinar meliputi pelaku UMKM, akademisi, mahasiswa, hingga kalangan praktisi hukum. Diskusi menyoroti tantangan besar UMKM yang hingga kini masih berkutat pada legalitas, mutu produk, serta keterbatasan daya saing.

Dalam paparannya, Riza Damanik menekankan bahwa peran UMKM sangat strategis karena menopang ketahanan dan pemerataan ekonomi nasional. Dari total 59,5 juta UMKM, sekitar 99 persen merupakan usaha mikro. Namun, 55 persen UMKM masih beroperasi secara informal tanpa legalitas usaha, dan hanya 7,8 persen yang memiliki sertifikasi mutu seperti SNI, halal, atau izin edar.

“Sekitar 70 persen UMKM terhambat kemampuan kompetitif untuk bersaing dengan usaha besar. Bagaimana memastikan mutu produk konsisten, aman, dan sesuai standar adalah kunci,” tegasnya.

Hingga Triwulan II 2025, sejumlah capaian strategis menunjukkan perkembangan signifikan. Pemerintah telah menerbitkan lebih dari 1,44 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), naik hampir dua kali lipat dibanding triwulan sebelumnya. Sertifikasi halal juga melonjak, dengan 654 ribu sertifikat halal diterbitkan hanya dalam enam bulan terakhir.

Selain itu, 194 ribu UMK telah menerima sertifikasi produk SNI Bina UMK, meningkat 105 persen dibanding triwulan pertama. Sementara itu, 104 ribu produk UMKM berhasil memperoleh sertifikat PIRT, 24 ribu produk mengantongi izin edar, dan 7.692 merek dagang baru didaftarkan.

“Capaian ini penting, tapi belum cukup. Kualitas harus menjadi budaya di kalangan UMKM agar produk mereka bisa menembus pasar domestik hingga global,” tambah Riza.

Pemerintah juga mendorong pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target Rp300 triliun pada 2025. Hingga Juli, realisasi sudah mencapai Rp156,3 triliun, dengan 60 persen diarahkan ke sektor produksi.

Riza menambahkan, integrasi UMKM ke dalam ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi peluang besar. Dengan target 30 ribu dapur penyedia MBG, setidaknya 450 ribu UMKM pangan diproyeksikan dapat masuk ekosistem tersebut.

“UMKM berkualitas akan melahirkan UMKM tangguh. UMKM tangguh berarti ekonomi nasional yang lebih berdaya saing,” ujarnya.

Debinra Training hadir sebagai salah satu divisi PT Dewi Bintang Maharatu yang berfokus pada peningkatan kapasitas UMKM. Selain Debinra Training, perusahaan ini juga memiliki divisi lain, yakni Debinra Publishing, LAM Justice (konsultasi hukum), serta Debinra Health (konsultasi kesehatan).

CEO PT Dewi Bintang Maharatu, Dewi Nadya Maharani, menegaskan bahwa Debinra Training didirikan untuk menjadi mitra UMKM dalam hal peningkatan kualitas dan daya saing.

“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang dan mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya (RED).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru