Desa Pandesari Teguhkan Komitmen Jadi Desa Inklusi Responsif Difabel

Reporter : Redaksi
Pemerintah Desa Pandesari bersama Kelompok Perlindungan dan Kepedulian Perempuan dan Anak (KPPAD) menggelar kegiatan Refreshing Ceria pada Jum’at, 22 Agustus 2025

Malang, JatimUPdate.id – Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terus meneguhkan komitmennya sebagai Desa Inklusi Responsif Difabel. Komitmen ini lahir dari kesadaran bahwa pembangunan desa harus berpihak kepada seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk kelompok penyandang disabilitas.

Berdasarkan pendataan, terdapat 33 warga difabel di Pandesari dengan beragam kondisi, mulai dari tuna daksa, grahita, wicara, rungu, hingga laras. Mereka adalah bagian penting dari masyarakat yang memiliki hak untuk hidup bermartabat, memperoleh layanan publik yang layak, serta berpartisipasi dalam pembangunan desa.

Baca juga: Wabup Malang Apresiasi Peran Strategis GP Ansor

Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Desa Pandesari bersama Kelompok Perlindungan dan Kepedulian Perempuan dan Anak (KPPAD) menggelar kegiatan Refreshing Ceria pada Jum’at, 22 Agustus 2025. Dalam acara ini, para penyandang disabilitas diajak berkunjung ke Wahana Wisata Santera De Laponte, yang juga menjadi mitra kerja Pemdes Pandesari dalam pembangunan berbasis inklusi.

Kepala Desa Pandesari, Mudawam, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang rekreasi, melainkan simbol nyata keberpihakan desa kepada warganya yang difabel.

Baca juga: Musorkablub KONI Malang 2026: Pemilihan Ketua Umum Berlangsung Panas, Protes Mewarnai Pemilihan Ketua

“Kami ingin memastikan bahwa Pandesari adalah rumah untuk semua. Saudara-saudara difabel berhak bahagia, berhak mendapatkan kesempatan yang sama, dan berhak ikut serta dalam membangun desa,” ujar Mudawam.

Sementara itu, Pendamping Desa, Slamet Hariyanto, menambahkan bahwa langkah kecil seperti kegiatan rekreasi bersama memiliki dampak besar dalam menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat inklusi sosial di desa.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok

Hari itu, wajah para difabel Pandesari dipenuhi senyum ceria. Lebih dari sekadar perjalanan wisata, kegiatan ini menghadirkan ruang kebersamaan, menghapus sekat, serta meneguhkan harapan bahwa desa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan kenyataan yang sedang diwujudkan bersama. (*)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru