Surabaya,JatimUpdate.id - Edane melalui lagu Paraelite (2002) mengukuhkan diri sebagai band rock yang tidak hanya mengusung distorsi keras, tetapi juga kritik sosial. Liriknya bagaikan pelampiasan amarah rakyat kecil yang muak dengan perilaku kaum elite.
Bait pertama, pilihan kata yang digunakan sudah menohok. “Bergetar tanganku pikiran lagi kacau, berdebar jantungku tidur pun penuh igau.” Diksi semacam ini langsung menghadirkan keresahan batin yang nyata. Tidak ada bahasa indah, justru lugas, kasar, bahkan penuh ejekan seperti “lu rese”, “kau makin gile”, hingga “otak lu tempe”. Penggunaan diksi jalanan membuat pesan lagu ini lebih terasa dekat dengan realitas sosial.
Baca juga: Analisis Lirik “Tangguh” Kobe: Semangat Perlawanan dari Jiwa yang Tak Mau Tumbang
Imaji yang dibangun pun konkret. Bayangan tagihan “setinggi langit” menyentuh kondisi ekonomi rakyat kala itu. Begitu juga dengan metafora “otak lu tempe” yang menjadi sindiran keras. Di balik itu, gaya bahasa repetisi dalam “para elite, kau makin gile” menegaskan betapa besar rasa muak yang ingin dilontarkan.
Secara musikal, ritme lagu mengikuti pola cepat dan penuh tekanan khas Edane. Repetisi pada refrein berfungsi sebagai hook, membuat kritik tersebut tidak hanya terasa, tetapi juga mudah diingat dan diulang. Rima akhir seperti gile–cape–sepele–siape–tempe mengikat kekerasan bunyi dengan emosi marah yang konsisten.
Tipografi lirik juga menunjukkan pola yang sengaja repetitif. Chorus menjadi pusat ledakan emosi, seolah slogannya memang dimaksudkan untuk diteriakkan bersama-sama.
Tema lagu ini jelas: protes terhadap para elite yang mementingkan diri sendiri, mengabaikan nasib rakyat kecil. Rasa yang dibawa pun penuh amarah, frustrasi, dan sarkasme.
Edane melalui Paraelite bukan hanya memberi hiburan, tetapi juga menghadirkan cermin keras bagi penguasa. Sebuah kritik yang tajam, sederhana, tapi sulit dibantah.
Lirik Lengkap "Paraelite" Edane
Bergetar tanganku pikiran lagi kacau
Berdebar jantungku tidur pun penuh igau
Kesal aku melihatmu ku jadi risau
Geram dengan semua tingkahmu kacau balau
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III
Kau tak memikirkan akan nasib kami taukah kau itu
Kau hanya mementingkan keinginanmu
Kumau kau dengar kami kau rese yeah
Para elite kau makin gile
Kau ngomong gede kau bikin cape
Lu rese yeah
Para elite (kau para elite)
Kau anggap sepele (kau anggap sepele)
Lu pikir lu siape (lu pikir lu siape)
Otak lu tempe (otak lu tempe)
Kau tak pernah tahu sulitnya cari duit
Tagihanku sudah semakin setinggi langit
Rekayasa bayar massa tuk bikin demo
Tahukah kau repotnya bikin kaset demo
Kau tak memikirkan akan nasib kami taukah kau itu
Kau hanya mementingkan keinginanmu
Kumau kau dengar kami kau rese yeah
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II
Para elite kau makin gile
Kau ngomong gede kau bikin cape
Lu rese yeah
Para elite (kau para elite)
Kau anggap sepele (kau anggap sepele)
Lu pikir lu siape (lu pikir lu siape)
Otak lu tempe (otak lu tempe)
Kau tak memikirkan akan nasib kami taukah kau itu
Kau hanya mementingkan keinginanmu
Kumau kau dengar kami kau rese yeah
Lu rese yeah
Para elite (kau para elite)
Kau anggap sepele (kau anggap sepele)
Lu pikir lu siape (lu pikir lu siape)
Otak lu tempe (otak lu tempe)
(Sumber lirik: LyricFind)
Editor : Redaksi