Surabaya, JatimUPdate.id - Koordinator Rakyat Jawa Timur Menggugat M. Sholeh atau Cak Sholeh, menegaskan andai Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pengampunan pajak kendaraan bermotor, pihaknya akan menobatkan sebagai pahlawan.
Begitu disampaikan Cak Sholeh, usai memastikan penundaan aksi 3 September 2025 di depan Gedung Negara Grahadi, saat konfrensi di Taman Apsari, Senin (1/9)
Baca juga: Khofifah Jamin Proses Pembelajaran Tertib, Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid
Menurutnya, di tengah situasi ekonomi yang sulit, keringanan pajak justru menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kalau gubernur membuat pengampunan pajak, kami akan nobatkan Bu Khofifah sebagai pahlawan. Karena dia meringankan beban rakyat, bukan memberatkan dengan pajak,” tegas Cak Sholeh.
Baca juga: Waspada! Modus Broker Revitalisasi Sekolah, Kemendikdasmen: Tidak Ada Pungutan Sepeser Pun
Sholeh mengatakan, penundaan aksi dilakukan karena kondisi politik nasional maupun lokal tidak kondusif.
Ia menyesalkan aksi damai yang berujung anarkis, bahkan sampai pada pembakaran kantor DPRD di beberapa kota dan kantor Negara Grahadi di Surabaya.
Baca juga: Kerjasama Jatim-RRC Dorong Penguatan Investasi, Industri, Energi Bersih & Peningkatan SDM di Jatim
“Kalau sudah kondusif, kita akan menyampaikan lagi. Supaya ada komitmen apa yang kita perjuangkan bukan persoalan pribadi, tapi menyangkut kemaslahatan warga Jawa Timur,” demikian M.Sholeh. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman