Surabaya, JatimUPdate.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kembali menjadi ruang perenungan bersama bagi masyarakat. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh warga menjadikan momen tersebut sebagai pengingat pentingnya kedamaian dan kerukunan di tengah dinamika bangsa yang plural.
“Maulid Nabi bukan sekadar ritual memperingati kelahiran Rasulullah, melainkan saat untuk kembali meneladani ajaran beliau. Nabi mengajarkan perdamaian, sikap saling menghormati, dan semangat hidup rukun meski dalam perbedaan,” ujar Khofifah.
Baca juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba
Ia mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW mampu meredakan pertikaian antarsuku di jazirah Arab. Kesuksesan itu, kata Khofifah, sepatutnya menjadi cermin bagi Indonesia yang majemuk.
“Beliau membuktikan persaudaraan tidak mengenal batas etnis maupun agama. Prinsip harmoni, solidaritas, dan kasih sayang harus kita hidupi bersama,” tambahnya.
Khofifah juga mengingatkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam Bukhari: seorang Muslim sejati adalah mereka yang mampu menjaga lisan dan tangan dari perbuatan menyakiti. Menurutnya, implementasi pesan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti mengendalikan ucapan, menghargai perbedaan, hingga menahan diri dari sikap yang merugikan orang lain.
“Kerukunan itu artinya memperkuat solidaritas sosial. Membantu sesama tanpa melihat latar belakang, serta menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan bangsa,” tegas gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut.
Lebih jauh, Khofifah menekankan nilai-nilai Maulid Nabi selaras dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keragaman yang dimiliki Indonesia semestinya dipandang sebagai anugerah, bukan sumber konflik. Di era digital, pesan ini terasa semakin mendesak, mengingat derasnya arus ujaran kebencian yang kerap beredar di media sosial.
“Kalau kita benar-benar menjalankan pesan Rasul, tidak ada lagi perpecahan yang lahir dari kata-kata menyakitkan. Yang tumbuh adalah kedamaian dan kerukunan,” imbuhnya.
Khofifah menutup pesannya dengan menekankan kembali esensi Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmat bagi seluruh alam. Ajaran Rasul tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia, tetapi juga mengajarkan menjaga alam dan menebar kebaikan bagi semua makhluk.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tahun ini memperkuat komitmen masyarakat Jawa Timur dalam merawat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah perbedaan. “Kerukunan adalah kunci kemajuan. Mari jadikan Maulid Nabi sebagai sumber inspirasi membangun Indonesia yang damai dan penuh persaudaraan,” pungkasnya.(DPR)
Baca juga: Khofifah Bantah Terima Ijon 30 Persen Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Editor : Redaksi