Surabaya,JatimUPdate.id – Lagu “Cinta di Kota Tua” yang dipopulerkan oleh rocker perempuan Nicky Astria menghadirkan suasana romantis dengan sentuhan nostalgia.
Liriknya sederhana, tetapi sarat makna, menggambarkan perjumpaan dua insan yang terikat perasaan di tengah atmosfer klasik Kota Tua.
Baca juga: Analisis Lirik “Tangguh” Kobe: Semangat Perlawanan dari Jiwa yang Tak Mau Tumbang
Diksi yang digunakan terasa ringan dan emosional. Kata-kata seperti “bergetar, berdebar, bahagia, berbangga” menjadi penekanan pada nuansa cinta yang lahir secara alami.
Imaji visual semakin kuat melalui penyebutan rumah tua dan tembok perkasa yang dijadikan saksi perjalanan asmara.
Secara gaya bahasa, lirik ini memanfaatkan repetisi untuk memperkuat perasaan. Kalimat “Hari itu aku bahagia, hari itu aku berbangga” diulang untuk menegaskan kebahagiaan yang meledak.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian III
Ada pula metafora dan personifikasi, seperti “rumah tua jadi saksinya, janji terucap dalam gemanya,” yang menjadikan benda mati seakan memiliki jiwa.
Struktur lagu tetap mempertahankan pola khas musik pop klasik. Bagian “la-la-la-la” bukan hanya pengisi, tetapi juga menjadi ruang musikal yang memberi jeda emosional.
Sementara itu, rima yang konsisten di tiap baris seperti tua suasana cinta menambah kesan harmonis.
Baca juga: Lucyana Li (Catatan yang Sempat Hilang) bagian II
Tema besar yang diusung adalah cinta yang tumbuh di ruang bernilai sejarah. Kota Tua bukan cuma latar, melainkan simbol keabadian kasih.
Ada rasa bahagia sekaligus kebanggaan, karena cinta terikat dengan identitas ruang dan budaya.
Editor : Miftahul Rachman