Buduran, Sidoarjo, JatimUPdate.id - Upaya pencarian dan evakuasi korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dikebut oleh tim SAR gabungan.
Baca juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki
Hingga Minggu (5/10/2025) sore, proses pencarian masih berlangsung dengan mengerahkan tiga alat berat yang bekerja tanpa henti selama 24 jam.
Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan para menteri terkait dan kepala daerah untuk memberikan perhatian penuh terhadap penanganan tragedi ini.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut Prabowo terus memantau perkembangan di lapangan dan meminta agar seluruh korban bisa segera ditemukan.
“Presiden memberi perhatian serius terhadap musibah di Ponpes Al Khoziny. Beliau terus memantau laporan dan meminta agar penanganan dilakukan cepat dan menyeluruh,” ujar Prasetyo, Minggu (5/10/2025).
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung ke lokasi musibah untuk memantau proses pencarian.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
Didampingi Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing dan Dandim 0816 Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, Subandi memastikan seluruh alat berat dan personel bekerja maksimal dalam evakuasi.
“Saya berharap evakuasi bisa berjalan lancar dan jumlah korban tidak sebanyak yang tercatat sebelumnya. Mudah-mudahan angka 59 orang itu tidak benar sebanyak itu,” ujar Subandi di lokasi kejadian.
Tiga alat berat satu breaker excavator dan dua excavator pengangkut puing digunakan untuk memindahkan beton dan material berat bangunan musala yang baru selesai dicor.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Minta Perbaikan Jalan Rusak Dikebut, Kecamatan dan PUBMSDA Diminta Bergerak Serentak
Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan tersebut tercatat sebanyak 37 orang, sementara puluhan santri lainnya masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan bersama relawan dan aparat TNI-Polri terus bekerja tanpa henti, meski kondisi di lokasi cukup sulit akibat padatnya puing dan struktur bangunan yang rapuh.
Sore ini, tim gabungan dijadwalkan melakukan evaluasi lanjutan untuk menilai efektivitas pencarian serta menentukan langkah tambahan guna mempercepat proses evakuasi. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat