Dukung Langkah Pemkot, Imam Syafi’i: Densus 88 Kompeten Tangani Radikalisme Sejak Dini

Reporter : Ibrahim
Imam Syafii, dok jatimupdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi'i, mengatakan langkah pemkot menggandeng Densus 88 Antiteror Polri untuk mencegah masuknya paham radikalisme merupakan langkah tepat dan patut diapresiasi.

"Menurut saya program ini baik, yang di gandeng itu memang kompeten, ini kan programnya terutama diperuntukkan untuk mereka yang usianya sedini mungkin." kata Imam, Kamis (16/10).

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Menurutnya, ancaman terorisme bukan semata persoalan keamanan, melainkan lebih banyak bersumber dari ideologi. 

Maka dari itu, upaya pencegahannya juga harus dilakukan melalui pendekatan ideologis, bukan hanya tindakan represif.

"Karena ketika ngomong ancaman terorisme, itu kan lebih banyak ideologis. Karena itu ideologis harus dilawan dengan ideologis juga." tegas Imam.

Imam menilai pentingnya internalisasi nilai-nilai ideologis yang benar di tengah masyarakat. Bagi umat Islam, nilai tersebut tentu bersumber dari ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin.

Namun, ia menekankan radikalisme tidak hanya dapat muncul dari satu kelompok agama saja.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

“Karena itu ideologis, maka perlu diinternalisasi. Mana ideologi yang sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin, kalau itu kebetulan Islam. Tapi kalau yang non-Muslim, tentu juga harus memahami nilai-nilai ajarannya yang menolak kekerasan, karena radikalisme itu tidak hanya bisa muncul dari umat Islam, tapi juga dari pemeluk agama lain,” ujar Imam.

Imam menambahkan, peran Densus 88 tak hanya sebatas penindakan terhadap pelaku teror. 

Akan tetapi juga melakukan pembinaan dan penguatan ideologis di masyarakat.

“Mereka bukan cuma menangkap, tapi juga memberi pembinaan agar ideologi masyarakat tidak mudah dibelokkan dan terpapar radikalisme,” demikian Imam Syafii 

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, menegaskan radikalisme sebagai bentuk kekerasan psikis yang mengancam tumbuh kembang anak.

Ia menguraikan, kerja sama dengan Densus 88 untuk memperluas edukasi bagi guru dan siswa tentang bahaya radikalisme serta pentingnya berinternet secara sehat.

"Ini adalah salah satu bentuk kekerasan psikis. Karena terornya itu tidak kelihatan, tahu-tahu akan mengubah karakter anak ini seperti apa? Sebetulnya upaya-upaya pencegahan untuk berinternet sehat itu sudah lama kita lakukan. Tapi ini dapat materi baru yang harus kita sampaikan ke anak-anak," ujarnya. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru