Kaum Muda Didorong Aktif Kawal Kebijakan Publik Pemerintah

Reporter : Shofa
Diskusi HMI Komisariat Ushuluddin

Surabaya, JatimUPdate.id - Kaum muda memiliki peran strategis dalam menjaga arah kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat. Pesan itu mengemuka dalam forum diskusi bertajuk “Harmoni Silaturahmi dalam Bingkai Filosofis” yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ushuluddin UIN Sunan Ampel Surabaya di Resto Joss Gandos, Jemursari, Senin malam (27/10).

Acara yang juga memperingati Hari Sumpah Pemuda ini mengangkat subtema “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda.” Kegiatan dihadiri puluhan mahasiswa, aktivis, dan tokoh muda yang aktif berdiskusi hingga malam hari.

Dalam sambutannya, Kholilurrahman, S.Ag., alumni HMI Ushuluddin, menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika kebijakan negara.

“Pemuda harus hadir sebagai pengawas kebijakan publik, menjadi penyeimbang antara dukungan dan kritik yang konstruktif,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber diskusi, Dzulkarnain Jamil, M.Sos., menyoroti pentingnya daya kritis dan kapasitas intelektual generasi muda dalam menilai kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki niat baik, tetapi belum optimal dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Kita perlu berpikir lebih jauh. Program yang baik tidak cukup hanya memberi makan, tapi juga harus menyiapkan generasi kreatif di tengah era kecerdasan buatan,” jelasnya.

Diskusi yang dimoderatori oleh Ahmad Mustakim, Ketua Umum HMI Komisariat Ushuluddin, berlangsung hangat dan terbuka. Berbagai isu publik seperti pendidikan, lapangan kerja, dan peran agama dalam kebijakan menjadi topik pembahasan utama.

“Kami ingin menegaskan bahwa mahasiswa tetap punya ruang berpikir dan bersuara. Forum seperti ini menjaga tradisi intelektual agar tidak mati,” tutur Mustakim.

Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB itu diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dalam menghadapi tantangan kebangsaan (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru