Jakarta, JatimUPdate.id - Upaya pemberantasan narkoba di Indonesia memasuki tahap baru setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI) sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi ini dibahas dalam audiensi resmi di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Audiensi dipimpin langsung oleh Kepala BNN, Letjen Pol. Suyudi Ario Seto, didampingi jajaran strategis seperti Deputi Pencegahan Irjen Pol. M. Zainul Muttaqien, Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat Drs. Yuki Ruchimat, Direktur Narkotika Brigjen Pol. Rudi Setiawan, dan sejumlah direktur lainnya. Dari MN KAHMI hadir Presidium Dr. Soetomo, Sekjen Syamsul Qomar, Bendum Sabarudin, serta ketua bidang M. Muslih, Burhanudin M. Zain, dan Nusran Joher.
Baca juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba kini telah mencapai level yang mengkhawatirkan. BNN mencatat angka prevalensi pengguna narkoba tahun ini mencapai 3,3 juta jiwa, dengan peningkatan signifikan di kelompok usia produktif.
“Ini adalah ancaman besar bagi masa depan bangsa. Pencegahan tidak bisa dilakukan oleh penegak hukum saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” tegas Kepala BNN.
MN KAHMI merespons positif ajakan tersebut dan menawarkan kontribusi strategis melalui jaringan organisasi yang tersebar di seluruh Indonesia, mencakup pengurus wilayah di setiap provinsi dan lebih dari 500 pengurus daerah.
Sekjen MN KAHMI, Syamsul Qomar, mendorong penggunaan pendekatan KIEA (Komunikasi, Informasi, Edukasi, Advokasi) dalam kampanye nasional anti narkoba. Menurutnya, masyarakat membutuhkan media edukasi yang intensif dan mudah diakses.
“Kami mendorong pembangunan media KIEA Bersinar yang masif agar partisipasi masyarakat semakin kuat,” ujar Syamsul.
Di sisi lain, Bendum MN KAHMI, Sabarudin, menekankan perlunya aksi konkret dari seluruh elemen masyarakat untuk menghambat penyebaran narkoba. Ia mengungkapkan rencana MN KAHMI untuk mengadakan diskusi nasional sekaligus penandatanganan MoU dengan BNN awal bulan depan.
Diskusi tersebut mengangkat tema: “Generasi Sehat dan Tangguh Tanpa Narkoba: Saatnya Bertindak Bersama.”
Baca juga: Kepala BNN RI Instruksikan Jajaran Di Wilayah Kepri Kewaspadaan-Perkuat Kolaborasi
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat melalui edukasi tentang bahaya narkoba, penguatan kesadaran kolektif, pelibatan generasi muda, dan pembentukan jejaring komunitas anti narkoba.
Melalui kegiatan tersebut, MN KAHMI berharap dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan lokal, membentuk komunitas Masyarakat Bersih Narkoba (Bersinar), serta memperluas publikasi edukatif untuk masyarakat.
Kolaborasi BNN dan MN KAHMI diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi publik serta memperkuat gerakan nasional “Indonesia Bersinar”, sebuah inisiatif menuju Indonesia yang bersih dari narkoba (*)
Editor : Redaksi