Surabaya,JatimUPdate.id – Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair)
Dalam forum bertema “Kawal APBD 2025: Kawal Anggaran Pendidikan” itu, BEM FEB Unair memaparkan sejumlah temuan lapangan dan masukan terkait pemerataan pendidikan di Surabaya. Mereka menyoroti kesenjangan fasilitas antar sekolah serta akses pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir, menyambut baik inisiatif mahasiswa yang dinilai memberikan perspektif akademis terhadap pengawasan anggaran daerah.
“Kami sangat mengapresiasi program BEM FEB Unair ini. Dalam fungsi pengawasan, kami di legislatif memang butuh partisipasi aktif dari kalangan akademisi, termasuk mahasiswa,” ujar Akmarawita, Selasa (4/11).
Politisi Partai Golkar itu menilai, presentasi mahasiswa cukup komprehensif. Mereka berhasil memotret kondisi riil pemerataan pendidikan di tengah besarnya alokasi APBD 2025 yang mencapai Rp2,5 triliun.
“Namun pemerataannya memang belum optimal. Khususnya untuk anak-anak disabilitas. Peraturan Menteri sudah mewajibkan semua sekolah menerima siswa inklusi, tapi faktanya sarana dan prasarananya belum memadai. Ini menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan untuk memperkuat fasilitasnya,” jelasnya.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Akmarawita juga menyoroti praktik iuran atau sumbangan komite sekolah yang kerap menimbulkan keluhan di masyarakat.
“Iuran komite dibolehkan asal tidak memaksa dan tidak memberatkan. Prinsipnya gotong royong, bukan paksaan. Jangan sampai ada orang tua yang malu atau dibully karena tak mampu bayar. Itu tidak mendidik,” tegasnya.
Ia menambahkan, dana komite harus dikelola secara transparan dan tidak boleh dipegang langsung oleh pihak sekolah.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Komisi D DPRD Surabaya sepakat mendorong gerakan bersama antara legislatif, eksekutif, dan akademisi dalam mengawal anggaran pendidikan agar tepat sasaran.
“Masukan dari BEM FEB Unair ini penting bagi kami. Selain dari reses, laporan seperti ini memberi tambahan data dan perspektif dari lapangan. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” demikian Akmarawita Kadir. (RoY)
Editor : Miftahul Rachman