Bondowoso, JatimUPdate.id, – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membuka secara resmi Multaqo Ulama Nasional I di Auditorium KH. Muhammad Ma’shum, Pondok Pesantren Al-Ishlah, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/11/2025).
Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Acara ini dihadiri sekitar 1.500 kiai dan ulama dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah terus melaksanakan berbagai program besar yang berpihak pada rakyat, sejalan dengan cita-cita pembangunan ekonomi Pancasila.
“Bapak Presiden mengambil kebijakan besar sesuai cita-cita Indonesia merdeka: membangun ekonomi kerakyatan. Dari sekolah unggulan rakyat, koperasi desa dan kelurahan, hingga pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak, dengan total sebanyak 82,9 juta penerima manfaat,” ujar Zulhas.
Ia menekankan bahwa seluruh program tersebut bertujuan memperkuat fondasi bangsa melalui kemandirian dan ketahanan pangan nasional.
“Semua itu bagian dari membangun negara kuat. Kuncinya swasembada pangan dan persatuan nasional. Pemilu boleh bersaing, tapi setelah itu kita harus kembali rukun. Kalau umat Islam bersatu, bersama agama-agama lain, insyaallah Indonesia kuat dan cerah,” tegasnya.
Pesantren Siap Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, KH. Thoha Yusuf Zakariya, menyampaikan bahwa Multaqo Ulama Nasional menjadi momentum konsolidasi para kiai dan pesantren untuk memperkuat peran mereka dalam pembangunan bangsa, termasuk sektor pangan.
Baca juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB
“Forum ini menjadi ruang bagi ulama dan pesantren untuk berperan aktif mendukung program pembangunan nasional, tidak hanya dalam urusan pangan tetapi juga bidang lainnya,” terang KH. Thoha.
Menurutnya, pesantren kini tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berperan strategis dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, hingga ketahanan pangan.
“Ini wadah untuk mempersatukan pesantren dan para ulama. Kalau bersatu, swasembada pangan ke depan akan semakin kuat,” tambahnya.
Ponpes Al-Ishlah sendiri telah mengembangkan berbagai sektor produktif berbasis ketahanan pangan, seperti peternakan kambing, ayam, lele, serta pertanian padi dan tebu.
Baca juga: Kepala Pesantren Nurul Jadid, Kiai Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude
“Ada pesantren yang sudah punya lahan, ada yang masih merintis. Al-Ishlah sudah berjalan dengan peternakan dan pertanian. Pesantren tidak hanya bicara agama, tapi juga politik, ekonomi, sosial, dan budaya,” jelasnya.
Ulama Dukung Ekonomi Kerakyatan dan Persatuan Bangsa
Melalui Multaqo Ulama Nasional ini, para ulama menyampaikan komitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional serta memperkuat nilai persatuan dan gotong royong sebagai fondasi kepemimpinan Indonesia di masa depan.
Acara ini juga diharapkan menjadi titik awal kolaborasi strategis antara pemerintah dan pesantren dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat