Jelang Akhir Tahun, Kiai Abdul Hamid Wahid Paparkan Enam Capaian Besar Pesantren Nurul Jadid di 2025

Reporter : Ponirin Mika
Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, menyampaikan pidato dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Tahunan 2025 di hadapan jajaran pengasuh, keluarga besar pesantren, dan para pengurus.

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Menjelang berakhirnya tahun takwim 2025, Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) Paiton, Probolinggo, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pesantren modern yang berkomitmen menjaga mutu pendidikan dan pengabdian sosial.

Baca juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH. Abdul Hamid Wahid, dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Tahunan 2025 di hadapan jajaran pengasuh, keluarga besar pesantren, dan para pengurus.

Dalam laporannya, Kiai Hamid mengungkapkan rasa syukur atas berbagai kemajuan yang dicapai selama satu tahun terakhir. Ia menyebut, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur pesantren, mulai dari para kiai, asatidz, santri, hingga dukungan wali santri dan alumni.

“Semua capaian ini tentu berkat bimbingan para masyayikh, dukungan dewan pengasuh, kerja keras para asatidz, serta partisipasi aktif wali santri dan alumni,” ujar Kiai Hamid dalam sambutan resmi.


Enam Capaian Besar Tahun 2025

Kiai Hamid kemudian memaparkan enam capaian utama yang menjadi tonggak kemajuan Pesantren Nurul Jadid sepanjang tahun 2025.

1. Peningkatan Mutu Pendidikan dan Akademik

Pesantren berhasil memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan nonformal. Universitas Nurul Jadid (UNUJA) yang berada di bawah naungan pesantren kini masuk 10 besar Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terbaik nasional berdasarkan skor SINTA. Digitalisasi akademik dan peningkatan kompetensi guru turut memperkuat tradisi keilmuan pesantren, didukung oleh penguatan madrasah diniyah dan halaqah kitab kuning.

2. Pembinaan Santri dan Kehidupan Asrama

Pesantren terus menjaga disiplin, spiritualitas, dan akhlak santri melalui kegiatan seperti Lailatus Syahriah, pelatihan kewirausahaan, serta pembinaan karakter berbasis keteladanan.

“Hubungan ruhani antara santri dan kiai harus terus dijaga agar sanad keilmuan dan spiritual tetap tersambung,” pesannya.

3. Pengabdian dan Sosial Kemasyarakatan

Pesantren aktif melakukan pengabdian masyarakat di berbagai daerah, termasuk program Santri Mengabdi yang kini menjangkau kawasan Tapal Kuda dan Madura bagian timur. Kegiatan meliputi dakwah, literasi Al-Qur’an, pemberdayaan ekonomi, serta layanan sosial seperti bakti lingkungan dan pengobatan gratis.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

4. Kelembagaan dan Manajemen Pesantren

Pesantren menerapkan Sistem Informasi Manajemen Pesantren (SIMNJ) guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Evaluasi kinerja dilakukan secara periodik agar koordinasi antarunit semakin solid dan efisien.

5. Sarana, Prasarana, dan Infrastruktur

Beberapa proyek strategis berhasil diselesaikan tahun ini, seperti pembangunan asrama baru, renovasi Masjid Jami’ Nurul Jadid, perbaikan sarana air bersih, dan dapur umum. Selain itu, pesantren juga menyiapkan Pusat Digital Pesantren sebagai pusat data dan informasi terintegrasi.

6. Kerja Sama dan Jaringan Global

Pesantren memperluas jejaring dengan lembaga pendidikan, pemerintah, dan organisasi Islam, baik nasional maupun internasional. Sejumlah dosen dan alumni UNUJA terlibat dalam riset kolaboratif lintas negara. Program “Santri Go International” juga mulai dijalankan dengan mengirim kader dakwah ke Jepang, Malaysia, dan Timur Tengah.

Lima Komitmen Tahun 2026

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

Menutup laporannya, Kiai Hamid menyampaikan lima komitmen utama Pesantren Nurul Jadid untuk tahun mendatang:

1. Memperkuat integrasi pendidikan pesantren dan perguruan tinggi.

2. Meningkatkan kualitas pembinaan dan keasramaan santri.

3. Mengembangkan sistem digitalisasi pesantren.

4. Memperluas jejaring pengabdian masyarakat.


5. Meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia pesantren. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru