Surabaya,JatimUPdate.id - Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) GMNI FISIP UNTAG Surabaya 1954 menggelar Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) bertajuk “Peneguhan Marhaenisme di Tengah Krisis: Bergerak Membangun Solidaritas dan Kedaulatan Rakyat.”, di Agroedupark Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Ketua Komisariat, Dendy Setya Putra, mengatakan KTD untuk membentuk dan memperkuat karakter kader agar peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca juga: Analisis Kritis atas Polarisasi, Hilangnya Fungsi Ideologis, dan Transformasi menjadi Tangga Karier
Ia menambahkan GMNI merupakan gerakan yang berpihak pada kedaulatan rakyat.
“KTD ini bukan hanya ruang belajar ideologi, tetapi juga ruang pembentukan karakter kader agar memahami realitas rakyat secara langsung. Di tengah krisis multidimensi, GMNI harus hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan gerakan yang berpihak pada kedaulatan rakyat.” katanya, Selasa (11/11).
Sekretaris Komisariat, Alda Nur Aufa Dania, menegaskan proses kaderisasi merupakan fondasi untuk melahirkan kader yang disiplin.
Baca juga: HMI dan GMNI: Survival dalam Gerak Zaman, Melawan “Serakahnomics” sebagai Musuh Baru Republik
Pun mengingatkan kader menjaga nilai perjuangan kerakyatan, pengabdian agar memahami kehidupan rakyat secara nyata
“Kami berkomitmen menjadikan proses kaderisasi ini sebagai pondasi kuat bagi lahirnya kader-kader Marhaenis yang berdisiplin, berkemajuan, dan tetap menjaga nilai perjuangan kerakyatan. Pengabdian di Desa Dalisodo menjadi pengalaman penting bagi peserta untuk memahami kehidupan rakyat secara nyata.” tuturnya.
Baca juga: DKJT dan GMNI Surabaya Dorong Kebudayaan Jadi Fondasi Kemandirian Bangsa di Era Digital
Ketua Pelaksana, Bima Satya Pangestu, menegaskan kaderisasi merupakan jantung pergerakan organisasi sebagai tongkat estafet perjuangan dan memperkuat kedaulatan rakyat.
"Melalui KTD 2025, GMNI mempertegas perannya untuk terus mencetak kader-kader yang siap melanjutkan asta cita perjuangan nasional demokratis dan memperkuat kedaulatan rakyat di segala sektor." tuturnya. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman