Surabaya, JatimUPdate.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (BEM UIN) Sunan Ampel Surabaya bersama Komunitas Muda Madura (Kamura) menggelar seminar membahas "Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Arah Baru Perekonomian Madura" di Gedung Sport Center kampus setempat, Selasa (11/11/2025).
BEM UINSA mengundang pemangku kebijakan dan stakeholders terkait: Gubernur Khofifah, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin A dan Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto.
Baca juga: Higemura : KEK ataupun Zona Ekonomi Industri Tembakau Mesti Berkorelasi Dengan Keberadaan Suramadu
Selain mereka, ada sejumlah akademisi yang diundang mengisi seminar KEK tembakau Madura. Yakni Direktur Politik Parameter Indonesia Adi Prayitno, Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, Rektor UINSA Prof. Akh. Muzakki dan Ketua LP2M UINSA Dr. Syaeful Bahar.
Tokoh Pengusaha Tembakau Madura H. Khairul Umam (H. Her) diundang sebagai tamu khusus dalam acara tersebut.
H. Her diundang sebagai tokoh sentral pengusaha tembakau yang banyak membantu kesejahteraan petani tembakau di Madura.
Presma UINSA Alwan Naufal Bariq mengatakan bahwa Madura dikenal sebagai penghasil tembakau di Madura.
"Oleh karenanya, KEK tembakau Madura ini sangat perlu direalisasikan," ungkap Alwan Naufal Bariq dalam sambutannya, Selasa (11/11/2025).
Dia mengatakan, bahwa BEM UINSA mendukung penuh Madura jadi KEK tembakau. "Karena sudah dari dulu Madura dikenal sebagai wilayah tembakau," imbuhnya.
Ketua Penyususunan Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura Komunitas Muda Madura (KAMURA) Subairi Muzakki mengatakan setelah seminar digelar FGD.
Kegiatan ini digelar, kata Subairi, untuk mendorong terwujudnya KEK tambakau di Madura. Dia mengatakan, melihat fenomena industri rokok rakyat.
"Rokok rakyat ini mengubah konstelasi tata niaga tembakau selama lima tahun terakhir di Madura," ungkapnya.
KAMURA sudah melakukan survei ke 500 petani aktif di Madura.
Hasilnya ada tiga:
1. Industri rokok rakyat menstabilkan harga tembakau di tingkat petani.
2. Pabrik rokok rakyat menyerap tenaga kerja dan jumlahnya cukup besar.
3. Pabrik rokok rakyat mengurangi tingkat instabilitas sosial.
Angka pengangguran baru kian menurun. Mereka kini bekerja dan berpenghasilan.
"Dampak positif ini harus jadi momentum pertumbuhan ekonomi baru di Madura. Tidak hanya jadi fenomena sesaat. Kalau tidak diintervensi dengan kebijakan berbasis pengetahuan, bisa sesaat," paparnya.
KEK tembakau, kata Subairi, akan membuat Madura naik kelas. "Dengan KEK tembakau, akan ada badan pengelolaan, pelaksananya pemerintah, di dalam diambil dari semua stakeholders, jadi persatuan di Madura," ulasnya.
Seminar KEK tembakau rencananya akan digelar secara bergilir dari beberapa kampus. Dari UINSA, UNIRA, UTM, POLTERA, UNIBA dan Talk Show di Jakarta. "Ini serangkaian kegiatan, naskah akademik sudah kita mulai," sambungnya.
Subairi menyinggung, bahwa H. Her diundang khusus dalam kegiatan ini karena telah menjadi sosok penting yang berada di balik fenomena rokok rakyat.
Baca juga: Ahmad Juhairi Dukung Pembentukan Badan Khusus untuk Percepatan Pengembangan Madura
"Dengan mulainya H. Her, produksi rokok rakyat massif, dan harga tembakau petani, ini yang paling penting, langsung berubah, kita merasa H. Her jadi sosok penting bagi perbaikan tata niaga tembakau di Madura," pungkasnya.
Sejumlah peserta seminar hadir sehingga ruang auditorium acara dipenuhi khusus oleh Mahasiswa UINSA. Tampak hadir Ketua Himpunan Generasi Muda Madura, Muhlis Ali, sejumlah jurnalis khusus hadir dari Madura. Beberapa tenaga ahli pemberdayaan masyarakat (TAPM-Pendamping Desa) dari Pamekasan dan Gresik juga tampak hadir di forum ilmiah tersebut.
Jembatan Suramadu Dan KEK Madura
"Ide KEK Tembakau di Madura sangat relevan guna memberikan dukungan atas keberadaan infrastruktur Jembatan Suramadu yang telah beroperasi sejak 2009 dimana hingga fungsinya masih sebatas sarana penunjang transportasi. Padahal mimpi Alm Pak Raden Mohammad Noer, Gubernur Jatim Periode 1967-1976 menyatakan Suramadu mesti jadi Pengungkit Perekonomian Madura dan Jatim. Ungkapan ini juga dilontarkan Gubernur Jatim 1998-2008, Imam Utomo," ungkap TAPM Kabupaten Pamekasan yang enggan disebut namanya.
TAPM Pamekasan itu juga berharap KEK Tembakau Madura itu bisa melibatkan dua institusi perekonomian yang ada di desa-desa Madura khususnya produsen komoditas tembakau.
"Dari Pendamping Desa berharap KEK Tembakau Madura bisa melibatkan dan berkolaborasi serta sinergi dengan BUMDesa juga KDMP [Koperasi Desa Merah Putih], institusi ekonomi warga desa," tegasnya. (roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman