Bogor, JatimUPdate.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mencatat keberhasilan besar setelah menangkap seorang bandar narkoba berinisial DS.
Baca juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon
Pelaku diduga mengendalikan peredaran narkotika lintas negara dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun.
Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, yang dalam beberapa waktu terakhir intens melakukan penindakan terhadap peredaran narkoba di berbagai wilayah.
Penangkapan tersebut menjadi titik penting dalam upaya negara memutus jaringan narkotika berskala internasional.
Di samping itu, BNN juga sebelumnya melakukan serangkaian operasi di sejumlah kawasan yang dikenal sebagai “kampung narkoba” di Jakarta.
Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari strategi menyeluruh untuk menekan aktivitas pengedar dari tingkat bawah hingga jaringan global.
Baca juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba
Komjen Pol Suyudi Seto menegaskan bahwa BNN tidak akan memberikan toleransi terhadap para pelaku kejahatan narkotika.
“Kami akan terus mengejar dan menindak setiap jaringan, baik nasional maupun internasional,” ujar Suyudi Seto.
Keberhasilan BNN ini turut mendapat apresiasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor. Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor, Moeltazam, menyampaikan dukungan terhadap langkah tegas BNN dalam memberantas sindikat narkoba.
Baca juga: HMI 79 Tahun: Masihkah Iman, Ilmu, dan Amal Menjadi Arah?
“Kami mendukung penuh tindakan BNN di bawah kepemimpinan Komjen Suyudi. Penangkapan ini menunjukkan bahwa negara serius melindungi generasi muda dari bahaya narkotika,” ujar Moeltazam secara singkat.
Ia menambahkan bahwa komitmen seperti ini penting untuk keberlanjutan pembangunan bangsa.
“Pemberantasan narkoba harus dilakukan tanpa kompromi,” tegasnya.
Selain itu, BNN memastikan akan terus memperkuat kerja sama antarnegara dan pengawasan jalur distribusi rawan. Penangkapan DS menjadi sinyal kuat bahwa jaringan besar sekalipun dapat dipatahkan melalui langkah yang cepat dan terarah. (sof/ya)
Editor : Yoyok Ajar