Surabaya,JatimUPdate.id - Dirut Perseroda RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, menegaskan meskipun mitra jagal menolak relokasi, RPH Tambak Oso Wilangon (TOW) harus difungsikan sebagai upaya pemkot mengembangkan tata kelola kota.
"Prinsipnya setelah RPH TOW sudah jadi, harus kita gunakan karena memang itu adalah rencana pengembangan tata kota Surabaya," kata Fajar, Jum'at (12/12).
Baca juga: Temui Massa Mitra Jagal, Saifuddin Keberpihakan DPRD Harga Mati untuk Rakyat
Pasalnya kata Fajar kawasan Ampel saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat signifikan.
Sehingga kawasan Ampel tidak disebut lagi sebagai wilayah pinggiran, dan akan ditata oleh Pemkot untuk wisata religi, kuliner hingga pusat pembelajaran.
"Ampel kan sudah tidak lagi di kawasan pinggir sekarang ini, maka pemerintah kota punya rencana untuk menata wisata religi Ampel, menghubungkan masjid kemudian terminal bus dengan lokasi RPH yang menjadi tempat wisata kuliner dan tempat perbelanjaan," urai Fajar.
Baca juga: Mitra Jagal Kembali Geruduk DPRD Surabaya, Teriak Boikot
Ia menekankan relokasi aktivitas pemotongan hewan di kawasan Ampel merupakan solusi yang terbalik.
Sebab, sejalan dengan upaya pemkot melakukan penataan kota secara berkesinambungan.
"Makanya kemudian perpindahan pemotongan sebuah keharusan sebagai solusi untuk penataan kota lebih baik lagi," tegas Fajar.
Baca juga: Fathoni Dorong RPH Lakukan Dialog dengan Mitra Jagal
Penataan itu sebut Fajar harus nyaman utamanya bagi masyarakat yang ingin ziarah ke wisata religi Ampel.
"Karena memang di tempat pemotongan itu kan ada limbah, ada bau, ada kotoran yang mau nggak mau juga tidak akan nyaman kalau itu jadi tempat wisata religi," demikian Fajar Arifianto Isnugroho. (RoY)
Editor : Yuris. T. Hidayat