Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Saiful Bahri, enggan menanggapi rencana relokasi RPH Pegiran ke Tambak Oso Wilangon lantaran didorong kepentingan pihak tertentu yang ingin menguasai lahan strategis di kawasan tersebut.
"Saya itu masih belum bisa komentar karena faktanya itu belum paham saya." kata Saiful, saat dikonfirmasi Jatimupdate.id, Sabtu (13/12)
Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
Ia menyampaikan relokasi RPH Pegirian ke TOW lantaran karena kepentingan Pemkot mengembangkan wisata religi Ampel.
"Relokasi RPH hanya keinginan daripada pemerintah kota itu ingin mengembangkan wisata religi Sunan Ampel itu saja." tambah Saiful.
Legislator Partai NasDem itu menegaskan relokasi RPH harus mengambil jalan terbaik.
Salah satunya harus menunggu rencana pembangunan RPH yang tidak jauh dari Pegiran.
"Kalau menurut saya tentunya harus bisa memberikan solusi, solusinya itu yang pertama menunda relokasi, sambil nanti menunggu perencanaan pembangunan RPH," urai Saiful.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Pasalnya sebut Saiful, jika relokasi RPH dipaksakan secepatnya, jarak tempuh mitra jagal sangat jauh.
"Kalau sudah mau dibangun mungkin masih bisa selama masih belum direlokasi, itu kasihan pedagangnya karena jarak tempuhnya jauh," tutur Saiful.
Sekali lagi Saiful menegaskan relokasi RPH harus ditunda, karena TOW dianggap belum memadai untuk dioperasionalkan.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Bukan masalah layaknya, kalau masalah tempat itu tidak memadai, layak dan tidak memadai kan beda.
Jadi menurut saya, ya harus ditunda." demikian Saiful Bahri.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS Jatim), Muthowif, menegaskan pemindahan RPH Pegirian tidak didorong kepentingan pihak tertentu yang ingin menguasai lahan strategis di kawasan tersebut.
“Tapi kalau perencanaan perpindahan hanya kepentingan seseorang yang mempunyai keinginan menguasai lahan RPH Pegirian yang sangat strategis, maka perpindahan aktivitas pemotongan sapi tidak perlu dilakukan,” kata Muthowif, Rabu (10/12). (RoY)
Editor : Yuris. T. Hidayat