Deklarasi Strategis: Ponirin Mika Pimpin Jong Madura Probolinggo Raya Fokus Empat Pilar Pembangunan

Reporter : Ponirin Mika
Ponirin Mika

 

Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Ketua Jong Madura (JongMa) Probolinggo Raya, Ponirin Mika, memimpin organisasinya yang baru dideklarasikan pada Kamis (11/12/2025) dengan mengusung peta jalan strategis.

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

Ponirin menegaskan bahwa arah gerak JongMa akan berfokus pada empat pilar utama pembangunan sekaligus membangun komunikasi intensif dengan berbagai instansi di daerah.

Dalam keterangannya, Ponirin Mika menekankan bahwa JongMa hadir bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai organisasi yang siap berkolaborasi.

"Inti dari semangat kami adalah kolaborasi dan kemitraan," ujar Ponirin, menyoroti pentingnya bekerja sama dengan pihak lain.

Ponirin menyatakan tekadnya untuk menjalin komunikasi dengan berbagai instansi agar program kerja JongMa dapat terwujud secara efektif dan efisien.

Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan dampak positif program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

JongMa memposisikan diri sebagai organisasi pelengkap, siap "mengambil bagian dari perjuangan pemerintah dan organisasi lainnya."

Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid

Sikap proaktif ini menunjukkan keinginan JongMa untuk mengisi kekosongan atau memperkuat inisiatif pembangunan yang sudah ada di Probolinggo Raya.

Seluruh gerakan dan inisiatif yang akan dijalankan oleh JongMa, sebagaimana ditegaskan oleh Ponirin Mika, didasari oleh satu semboyan utama: kemaslahatan masyarakat banyak, menjadikan orientasi sosial sebagai landasan setiap program.

Arah gerak JongMa ini diwujudkan melalui empat pilar strategis yang telah ditetapkan. Pilar-pilar tersebut adalah Keilmuan (Pendidikan) untuk peningkatan kualitas SDM, Sosial yang berfokus pada aksi kemanusiaan, Budaya Daerah untuk pelestarian tradisi, dan Ekonomi untuk pemberdayaan kewirausahaan.

Di antara pilar-pilar tersebut, Komitmen Pelestarian Budaya Daerah menjadi sorotan khusus. Ponirin Mika dan JongMa berencana mengawal penguatan Bahasa Madura agar dapat menjadi muatan lokal yang wajib di sekolah-sekolah Probolinggo.

Baca juga: Pengurus LDNU Wilayah Pakubeton Resmi Dikukuhkan di PP Nurul Jadid

Komitmen ini muncul dari keprihatinan JongMa terhadap memudarnya kemampuan generasi muda dalam menggunakan Bahasa Madura yang baik dan benar, khususnya penggunaan bahasa halus yang merupakan simbol dari etika.

Secara keseluruhan, di bawah kepemimpinan Ponirin Mika, arah gerak JongMa Probolinggo Raya disimpulkan sebagai gerakan pemuda yang strategis, kolaboratif, dan berbasis kemaslahatan. Organisasi ini bertujuan utama menjadi mitra pembangunan bagi pemerintah dan organisasi lain di Probolinggo Raya.

Dengan fokus yang jelas dan semangat kemitraan yang tinggi, JongMa Probolinggo Raya siap menjadi motor penggerak baru yang berkontribusi nyata pada kemajuan masyarakat di bawah nahkoda Ponirin Mika. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru