Wamen Viva Yoga: Pentingnya Integritas dan Pengawasan yang Kuat

Reporter : Shofa
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sedang memberikan arahan pada acara Kementrian Transmigrasi . (Foto Humas Kementransmigrasi for JatimUPdate.id)


 
Jakarta, JatimUPdate.id - Membangun sistem pemerintahan yang bersih sudah dimulai ketika sistem digitalisasi dan e-government diterapkan dalam pemerintahan.

Dengan sistem ini maka proses birokrasi menjadi paperless dan mengurangi kontak fisik sehingga menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan menghilangkan penyimpangan.
 
Ungkapan demikian disampaikan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat memberi sambutan dalam ‘Rapat Akselerasi Reformasi Birokrasi Melalui Kebijakan Pengendalian Gratifikasi dan Benturan Kepentingan Dalam Tata Kelola Pemerintahan  di Lingkungan Kementerian Transmigrasi (Kementrans)', Pasar Minggu, Jakarta, (15/12/2025).
 
Rapat yang digelar mulai sekitar 09.30 WIB itu dihadiri oleh seluruh pegawai inspektorat jenderal dan perwakilan berbagai unit Kementrans.
 
Lebih lanjut Viva Yoga menuturkan, tak cukup penerapan digitalisasi dan e-government namun juga harus didukung oleh integritas pegawai dan pejabat publik. “Integritas sesuatu yang penting karena menyangkut soal  moral,  etika, dan sikap serta perilaku manusia”, ujar Viva Yoga.

Baca juga: Satu Tahun CKG, Wamen Viva Yoga: Masyarakat Sehat Negara Kuat Produktifitas Meningkat

“Integritas bagi pemerintah menjadi kunci bagi terlaksananya  pemerintahah yang bersih,  modern,  efektif, dan efisien”, ujarnya.
 
Diungkapkan di beberapa negara, digitalisasi dan e-government sudah berjalan.

Diakui dampaknya berupa pengurangan pegawai sebab proses administrasi yang ada digantikan dengan mesin atau robot.
 
Menurut Viva Yoga ini mejadi catatan tersendiri bagi Kementrans bagaimana akselerasi birokrasi di  samping memperhatikan soal integritas juga penggunaan digitalisasi dan e-government yang menjadi  bagian penting untuk  kemajuan birokrasi.
 
Membangun birokrasi yang bersih dan kuat, selain dimulai dari dalam juga memerlukan supporting unit. Supporting unit itu seperti KPK, BPKP, BPK, dan lembaga pengawasan keuangan lainnya.

Baca juga: Wamen Viva Yoga Ajak AKSI Bangun Kawasan Transmigrasi

“Kami meminta lembaga seperti ini ikut melakukan monitoring, pendampingan, dan evaluasi sejak awal perencanaan”, ujarnya.

Dengan keterlibatan lembaga pengawasan keuangan eksternal maka bila ada hal-hal yang tak sesuai aturan bisa dicegah dan tidak dijalankan.

Baca juga: Rakernas V PATRI, Wamen Viva Yoga: PATRI Mitra Strategis Dalam Pembangunan Kawasan Transmigrasi

“Kita tidak ingin ada pegawai dan pejabat di Kementrans bermasalah dengan lembaga pengawasan keuangan”, tegasnya. Pengawasan yang kuat inilah yang perlu terus dijaga.
 
Dalam rapat tersebut juga digelar talk show dengan narasumber dari KPK dan BPKP. (rilis/sof/yh).

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru