BANGKALAN (Jatimupdate.id) – Kabar terkait kenaikan harga BBM direspon puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bangkalan dengan berdemo di kantor Gedung DPRD Kabupaten Bangkalan, Rabu (31/8).
Massa aksi yang tergabung dalam HMI Komisariat se Cabang Bangkalan mengaku keberatan terhadap rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM, karena dapat merugikan masyarakat kecil dan para pelaku UMKM. Hal ini disampaikan oleh Korlap Aksi, Agung Gumellar, saat diwawancarai oleh wartawan Jatim Update.
Baca juga: Runtuhnya Benteng Moral HMI : 79 Tahun Mengasah Diri dan Menjaga Arah
“Kami menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi karena akan mengorbankan kondisi ekonomi rakyat. Terutama masyarakat kelas menengah ke bawah dan para pelaku UMKM, yang belum sepenuhnya pulih akibat terpaan Pandemi Covid-19,” ungkap Agung.
Lebih lanjut, Agung mengatakan pemerintah seharusnya menerapkan skema pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya BBM jenis Pertalite dan Solar Subsidi dengan pengawasan yang ketat agar pemakaian subsidi BBM oleh pemerintah tepat sasaran.
Baca juga: HMI dan GMNI: Survival dalam Gerak Zaman, Melawan “Serakahnomics” sebagai Musuh Baru Republik
“Pembatasan BBM bersubsidi ini harus disertai dengan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebocoran penyaluran BBM bersubsidi ke sektor industri, pertambangan dan perkebunan,” bebernya.
Sementara itu, Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad mengaku sepakat dengan aspirasi yang disampaikan oleh HMI dengan meneken nota kesepahaman yang disodorkan oleh massa aksi. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.
Baca juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan
“Kami akan sampaikan tuntutan massa aksi ke pemerintah pusat, dan juga akan menyatakan sikap ke media, menolak rencana kenaikan harga BBM,” pungkasnya. (fjf)
Editor : Redaksi