DLH Surabaya Tahun Ini Operasikan Mesin Pirolisis Pengolah Sampah

Reporter : Ibrahim
Dedi Irianto, dok Jatimupdate.id/Pan

Surabaya, JatimUPdate.id - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya, Dedi Irianto mengatakan, tahun ini pihaknya akan mengoperasikan mesin Pirolisis.

Ia menjelaskan, mesin Pirolisis merupakan teknologi pengolahan limbah yang memanaskan bahan organik pada suhu tinggi tanpa oksigen. 

Baca juga: WFH, DPRD Yakin Layanan Pemkot Optimal, Pengalaman Sejak Pandemi Covid-19 

"Tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya mulai operasikan mesin Pirolisis yaitu teknologi pengolahan limbah yang memanaskan bahan organik (seperti plastik, karet, atau biomassa) pada suhu tinggi tanpa oksigen," kata Dedi, kepada wartawan, Sabtu (10/1).

Ia menjelaskan melalui mesin Pirolisis, limbah tersebut akan diolah menjadi produk yang bernilai tinggi.

Pun solusi ramah lingkungan untuk mengelola sampah sekaligus untuk menghasilkan energi alternatif.

"Ini untuk mengubahnya menjadi produk bernilai tambah seperti bahan bakar minyak (solar, bensin), gas, dan arang (biochar), menjadikannya solusi ramah lingkungan untuk mengelola sampah sambil menghasilkan energi alternatif." jelasnya.

Ia menegaskan, mesin Pirolisis sudah dilakukan ujicoba, dan siap dioperasikan. Kendati begitu, pihaknya menunggu rampungnya TPS Terpadu yang rencana dikebut dibangun tahun ini.

"Barang sudah, harusnya tahun ini sudah operasional," ujarnya

Baca juga: Respons Sidak Eri, Alif Iman Waluyo: Wali Kota Bisa Evaluasi Kinerja OPD

"Jadi belum dibangun masih rencana, tapi mesin Pirolisis nya sudah ada, gunanya untuk merubah sampah menjadi RDF (Refius, Derived Fuel) yaitu bahan bakar alternatif yang dibuat dari sampah. Tahun ini mau dioperasikan." terang Dedi.

Dedi menambahkan, mesin tersebut ditempatkan satu lokasi dengan TPST sebagai pendukung, yang dapat mengelola limbah hingga 150 ton per hari

 "Dia bisa menggelola sampah apa saja, untuk sampah yang masuk akan dipilah dulu. Itu kan ada TPS 3R dan TPS 3R akan kita kembangkan jadi mesin itu." papar Dedi. 

"Dipilah dulu yang laku laku dijual, yang ngak laku residunya baru dimasukkan di situ untuk jadi RDF." tambah Dedi. 

Baca juga: Pakar: Jakarta Punya Pengalaman, Surabaya Perlu Ambil Pelajaran Bukan Antipati Urbanisasi 

Saat disinggung apakah seluruh TPS 3R akan dipasang mesin pirolisis, Dedi berjanji akan melihat efektifitas mesin itu.

Sebab tutur Dedi mesin Pirolisis jumlahnya terbatas, dan saat ini dalam tahap ujicoba.

"Inikan baru di coba satu mesin, efektif tidak. Karena kedepannya kalau ini efektif, baik bisa kita terapkan itu," urai Dedi Irianto. (*RoY).

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru