Jakarta, JatimUpdate.id - Peta politik Jawa Tengah mulai memanas, menyongsong Pemilu 2029.
PSI, di bawah Kaesang Pangarep, secara terbuka menancapkan target, menjadikan Jateng sebagai "kandang" sekaligus merebut 17 kursi DPRD provinsi.
Baca juga: Isyaratkan Bersedia Jabat Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri: Kader Harus Siap Perintah Partai
"Jawa Tengah ini kandang gajah. Tolong bantu kami bekerja," seru Kaesang di hadapan kader PSI Jateng di Solo, Kamis (08/01/2026).
Optimisme itu ia bangun atas capaian di Solo, yang kursinya melesat dari satu menjadi lima, plus menguasai posisi pimpinan DPRD dan Wakil Wali Kota.
Namun, ambisi itu dihadang penguasa lama. PDI-P, partai yang mengibarkan simbol Banteng dan sejak lama berakar kuat di Jateng, menanggapi dengan sikap tenang penuh pesan tersirat.
Baca juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan
Andreas Hugo Pareira dari DPP PDI-P menyebut persaingan itu hanya "dinamika-dinamika kecil".
Dengan percaya diri, ia mengulik kemenangan mutlak partainya di Pemilu 2024.
Baca juga: Sebut Banyak Politisi Ingin Merapat ke PSI Surabaya, Yuga Enggan Sebut Nama
Kemenangan itu, tegasnya, terjadi meski saat itu PDI-P berhadapan dengan satu keluarga yang memiliki berbagai kekuasaan —sebuah sindiran halus terhadap kekuatan politik yang berkuasa di level nasional kala itu.
Pernyataannya seperti pengingat, merebut Jawa Tengah bukan sekadar menambah kursi, tetapi menggeser kekuatan politik yang telah mengakar dan terbukti tahan banting. (#)
Editor : Redaksi