160 Pendekar Baru Pagar Nusa Krian Dibaiat, Diteguhkan Jaga Aswaja dan NKRI

Reporter : Imam Hambali
Sebanyak 160 pendekar baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Krian resmi dibaiat dan dikukuhkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Krian dalam sebuah prosesi sakral yang digelar di Pendopo Giri Kedaton, Pondok Pesantren Al Amanah, Des

 

Krian, Sidoarjo, JatimUPdate.id - Sebanyak 160 pendekar baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Krian resmi dibaiat dan dikukuhkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Krian dalam sebuah prosesi sakral yang digelar di Pendopo Giri Kedaton, Pondok Pesantren Al Amanah, Desa Junwangi, Kecamatan Krian, Sabtu malam (10/1/2026).

Baca juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku

Prosesi baiat dan pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius.

Baiat menjadi momentum penting bagi para calon pendekar sebagai ikrar setia untuk bergabung secara resmi dalam keluarga besar Pagar Nusa.

Ikrar ini menegaskan kesiapan mereka untuk tunduk, patuh, serta berkomitmen menjaga nilai-nilai organisasi.

Melalui baiat PSNU Pagar Nusa, para pendekar baru diteguhkan komitmennya untuk menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, menjadi benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkhidmah sebagai pagar para ulama dan kiai Nahdlatul Ulama.

Pembina Pagar Nusa Krian, Gus Muslikin, mengatakan bahwa agenda baiat ini dirangkai dengan kegiatan keagamaan dan peringatan hari lahir (harlah) Pagar Nusa yang jatuh pada bulan Januari, beriringan dengan Harlah NU.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi kader sekaligus penguatan sanad keilmuan dan spiritual Pagar Nusa.

“Alhamdulillah malam ini kita melaksanakan pembaiatan 160 pendekar baru. Setiap tahun jumlahnya sekitar 120 orang. Ini menunjukkan Pagar Nusa Krian terus berkembang dan sanad keilmuannya terjaga,” ujar Gus Muslikin.

Baca juga: Truk Boks Tabrak Dump Truck di By Pass Balongbendo Sidoarjo, Satu Tewas di Lokasi

Ia menyebutkan, hingga saat ini jumlah pendekar Pagar Nusa Krian telah mencapai sekitar 1.300 orang sejak 2019.

Pembinaan di Krian, lanjutnya, tidak hanya fokus pada penguatan mental dan spiritual, tetapi juga diarahkan pada prestasi, khususnya di bidang olahraga pencak silat.

“Pembinaan Pagar Nusa Krian fokus pada prestasi. Kami dorong para pendekar untuk berani tampil dan bertanding secara sportif. Namun yang terpenting, khidmah kepada NU harus tetap menjadi landasan utama,” tegasnya.

Gus Muslikin berharap para pendekar tidak hanya unggul di gelanggang, tetapi juga sukses dalam kehidupan sosial dan profesional. “Mereka harus berlomba-lomba menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang

Sementara itu, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Krian, Muhaimin, menegaskan bahwa tugas utama pendekar Pagar Nusa bukan untuk gagah-gagahan atau mencari sensasi. Menurutnya, pendekar Pagar Nusa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga NKRI dan akidah Aswaja An-Nahdliyah.

“Pendekar Pagar Nusa harus siap menjaga NKRI dan Aswaja, apa pun risikonya. Yang paling utama adalah akhlakul karimah dan menjaga kerukunan,” katanya.

Muhaimin juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al Amanah yang telah memfasilitasi kegiatan baiat dan pengukuhan tersebut. Ia berharap para pendekar Pagar Nusa kelak dapat menjadi sosok pemimpin yang berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Di luar sana banyak terjadi konflik dan tawuran. Pendekar Pagar Nusa harus menjadi penyejuk, menjaga persatuan, dan membawa nilai-nilai damai,” tukasnya. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru