19 Dapur MBG di Sidoarjo Dibekukan, Tak Punya IPAL Dana Operasional Langsung Disetop

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi
Ilustrasi

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo mendadak terguncang. Badan Gizi Nasional (BGN) RI resmi menghentikan sementara operasional 19 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sidoarjo karena belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar lingkungan.

Kebijakan tegas itu tertuang dalam Surat Keputusan Badan Gizi Nasional Nomor 2741/D.TWS/05/2026 yang diterbitkan pada 25 Mei 2026. Secara total, terdapat 372 SPPG di Jawa Timur yang terkena sanksi serupa akibat persoalan pengelolaan limbah dan standar keamanan pangan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional, Albertus Dony Dewantoro, menyebut penghentian sementara dilakukan demi menjaga kualitas produksi dan keamanan pangan program MBG.

“Pertimbangan utamanya adalah meminimalkan risiko terhadap kualitas produksi, mutu gizi, serta aspek keamanan pangan (food safety),” tulis Dony dalam surat keputusan tersebut.

Belasan dapur MBG yang dibekukan tersebar di sejumlah wilayah strategis di Sidoarjo, mulai Kecamatan Sidoarjo Kota, Candi, Waru, Tanggulangin, Gedangan, Buduran hingga Balongbendo dan Tarik.

Sebagian besar dikelola yayasan sosial, lembaga pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan.

Akibat sanksi tersebut, seluruh bantuan dana operasional pemerintah untuk dapur MBG yang terdampak langsung dihentikan sementara. Para pengelola SPPG juga diwajibkan segera menyelesaikan transaksi pembayaran melalui Virtual Account (VA) maksimal 24 jam sejak surat keputusan diterbitkan.

BGN mengategorikan pelanggaran ini sebagai sanksi Non Kejadian Menonjol (Perbaikan Major), yang berarti operasional baru bisa kembali berjalan setelah seluruh syarat perbaikan dipenuhi.

Pihak yayasan pengelola diwajibkan mengunggah bukti fisik pembangunan IPAL dan dokumen pendukung standar lingkungan kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan sebelum dapur MBG diizinkan kembali beroperasi.

Langkah keras ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin program unggulan pemenuhan gizi nasional berjalan asal-asalan. Selain mengejar distribusi makanan bergizi, aspek higienitas, pengelolaan limbah, dan standar keamanan pangan kini menjadi perhatian utama.

Berikut daftar 19 SPPG di Sidoarjo yang dihentikan sementara:

SPPG Sidoarjo Tanggulangin Kludan

SPPG Sidoarjo Buduran Pagerwojo 2

SPPG Sidoarjo Tanggulangin Banjarasri

SPPG Sidoarjo Sidoarjo Suko 1

SPPG Sidoarjo Tanggulangin Kedensari

SPPG Sidoarjo Balongbendo Kemangsen 2

SPPG Sidoarjo Buduran Damarsi 2

SPPG Sidoarjo Tarik Singogalih

SPPG Sidoarjo Tarik Sebani

SPPG Sidoarjo Sidoarjo Lemahputro 2

SPPG Sidoarjo Sidoarjo Sidokumpul 2

SPPG Sidoarjo Waru Tambaksawah

SPPG Sidoarjo Sidoarjo Suko 2

SPPG Sidoarjo Balongbendo Wonokarang

SPPG Sidoarjo Candi Klurak

SPPG Sidoarjo Candi Bligo

SPPG Sidoarjo Waru Wedoro 1

SPPG Sidoarjo Gedangan Ganting

SPPG Sidoarjo Candi Larangan. (ih/yh)