Surabaya,JatimUPdate.id - Dirut Perseroda RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, enggan mengomentari demonstrasi mitra jagal RPH Pegirian yang menolak direlokasi ke Tambak Osowilangun (TOW).
Fajar mengaku, menghormati keputusan mitra jagal yang menolak direlokasi melalui unjuk rasa.
Baca juga: Mitra Jagal Ancam Mogok Massal dan Demonstrasi Jilid II, Ini Reaksi Dirut RPH Surabaya
"Saya tidak mengomentari aksi unjuk rasa mitra jagal sapi.. saya menghormati saja..," kata Fajar saat dikonfirmasi Jatimupdate.id, Selasa (13/1).
Fajar menegaskan, pihaknya saat ini fokus menyiapkan pelayanan operasional pemotongan di RPH Pegiran.
Pun memastikan kesiapan fasilitas di RPH Tambak Osowilangun operasionalnya berjalan maksimal.
"Saya sekarang fokus menyiapkan pelayanan operasional pemotongan di RPH pegirian dan Tambak Osowilangon." kata Fajar.
Baca juga: Soal Polemik Fasilitas RPH TOW, Baktiono Sebut Lebih Baik Kualitas Bangunan Zaman Penjajah
Koordinator Jagal RPH dan Pedagang Daging se-Kota Surabaya, Abdullah Mansur, mengaku tidak pernah dilibatkan terkait tempat RPH baru.
"Bicara tentang penentuan lokasi. Tiba-tiba kami disodorkan dengan tempat yang baru dan itu jangkauannya sangat jauh sekali." kata Abdullah.
Abdullah menegaskan, direlokasinya RPH Pegiran akan berdampak pada warga sekitar.
Baca juga: Fajar Sebut Elevasi RPH TOW Akan Dirombak, Tenggat Waktu Tiga Minggu
Ia menyebut, dampak kepindahan RPH itu akan menyebabkan banyak pengangguran.
"Akan ada sekitar ribuan orang yang akan menjadi pengangguran. Kenapa? Karena memang mereka sudah mengira-ngira akses, terus kemudian kos, lalu kemudian biaya. Mereka akan menjadi pengangguran karena mereka tidak mau lagi untuk bekerja di RPH itu sendiri." bebernya. (RoY)
Editor : Yuris. T. Hidayat