Surabaya,JatimUPdate.id - Dirut Perseroda RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, enggan mengomentari demonstrasi mitra jagal RPH Pegirian yang menolak direlokasi ke Tambak Osowilangun (TOW).
Fajar mengaku, menghormati keputusan mitra jagal yang menolak direlokasi melalui unjuk rasa.
Baca juga: Gempar Jatim Demo di Citraland, Soroti Pengelolaan Air Perumahan
"Saya tidak mengomentari aksi unjuk rasa mitra jagal sapi.. saya menghormati saja..," kata Fajar saat dikonfirmasi Jatimupdate.id, Selasa (13/1).
Fajar menegaskan, pihaknya saat ini fokus menyiapkan pelayanan operasional pemotongan di RPH Pegiran.
Pun memastikan kesiapan fasilitas di RPH Tambak Osowilangun operasionalnya berjalan maksimal.
"Saya sekarang fokus menyiapkan pelayanan operasional pemotongan di RPH pegirian dan Tambak Osowilangon." kata Fajar.
Baca juga: Gempar Jatim Siapkan Aksi Jilid Dua Tolak Privatisasi Air di Surabaya
Koordinator Jagal RPH dan Pedagang Daging se-Kota Surabaya, Abdullah Mansur, mengaku tidak pernah dilibatkan terkait tempat RPH baru.
"Bicara tentang penentuan lokasi. Tiba-tiba kami disodorkan dengan tempat yang baru dan itu jangkauannya sangat jauh sekali." kata Abdullah.
Abdullah menegaskan, direlokasinya RPH Pegiran akan berdampak pada warga sekitar.
Baca juga: Perumda Surya Sembada Jawab Kritik Gempar Jatim soal Pengelolaan Air
Ia menyebut, dampak kepindahan RPH itu akan menyebabkan banyak pengangguran.
"Akan ada sekitar ribuan orang yang akan menjadi pengangguran. Kenapa? Karena memang mereka sudah mengira-ngira akses, terus kemudian kos, lalu kemudian biaya. Mereka akan menjadi pengangguran karena mereka tidak mau lagi untuk bekerja di RPH itu sendiri." bebernya. (RoY)
Editor : Yuris. T. Hidayat