Warrior Tangsil Wetan Juarai Kriesna Cup 2026, Grand Final Gobak Sodor Bondowoso Berlangsung Meriah

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Tim Warrior Tangsil Wetan menerima trofi juara pertama dari Penasihat Kriesna Cup 2026, Ady Kriesna, pada penutupan Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 di Desa Tegalampel, Sabtu (25/7/2026).
Tim Warrior Tangsil Wetan menerima trofi juara pertama dari Penasihat Kriesna Cup 2026, Ady Kriesna, pada penutupan Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 di Desa Tegalampel, Sabtu (25/7/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 resmi menutup seluruh rangkaian pertandingan dengan menggelar grand final yang berlangsung meriah di Lapangan Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (25/7/2026) malam.

Ribuan masyarakat memadati arena pertandingan untuk menyaksikan partai puncak turnamen olahraga tradisional yang telah berlangsung sejak 6 Juni 2026 tersebut.

Pertandingan final mempertemukan Warrior Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso melawan Putra Ababil Jember.

Setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh semangat sportivitas, Warrior Tangsil Wetan berhasil memastikan diri sebagai juara pertama sekaligus membawa pulang hadiah sebesar Rp7 juta.

Sementara itu, Putra Ababil Jember harus puas menjadi runner-up dengan hadiah Rp5 juta. Posisi juara ketiga diraih Kumbang Hitam Kemirian, Kecamatan Tamanan, yang memperoleh hadiah Rp3 juta, sedangkan Raja Bantai Grujugan Lor menempati peringkat keempat dengan hadiah Rp2 juta.

Selain memberikan hadiah kepada para juara, panitia juga menyerahkan penghargaan individu kepada atlet dan suporter terbaik.

Fajar dari Kumbang Hitam dinobatkan sebagai Top Skor dan menerima hadiah Rp1 juta. Gelar Pemain Terbaik (Best Player) diraih Nabil dari Warrior Tangsil Wetan dengan hadiah Rp1 juta, sedangkan penghargaan Suporter Terbaik diberikan kepada suporter dari Taman Krocok yang juga memperoleh hadiah Rp1 juta.

Kebahagiaan ganda pun dirasakan tim Warrior Tangsil Wetan. Tidak hanya berhasil mengangkat trofi juara, salah satu pemain andalannya, Nabil, juga dinobatkan sebagai pemain terbaik pada turnamen tersebut.

Nabil mengaku kemenangan yang diraih timnya merupakan buah dari kerja keras dan evaluasi setelah sebelumnya sempat menelan kekalahan dari lawan yang sama pada turnamen sebelumnya.

"Anak-anak sangat bersemangat. Kami belajar dari pengalaman sebelumnya dan bertekad tampil maksimal. Dukungan penuh dari ketua tim juga menjadi motivasi bagi seluruh pemain sehingga kami bisa bangkit dan meraih hasil terbaik," ujarnya usai pertandingan.

Nabil juga memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang dinilainya mampu menghadirkan turnamen yang tertib, aman, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

"Kriesna Cup berjalan sangat baik. Pertandingannya fair play, pengamanannya bagus, dan antusias masyarakat luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini terus digelar agar atlet-atlet Gobak Sodor Bondowoso semakin berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional," katanya.

Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bondowoso, Anis Sanjaya, menilai Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 bukan sekadar turnamen olahraga tradisional, tetapi juga menjadi ajang penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial.

Menurutnya, turnamen yang diikuti 32 tim dari Bondowoso dan Jember tersebut menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang nantinya akan dipersiapkan mewakili Bondowoso pada Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Jawa Timur di Jember pada November mendatang hingga Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas).

"Turnamen ini menjadi wadah seleksi atlet terbaik. Dari sini kami melihat potensi atlet yang nantinya akan memperkuat kontingen Bondowoso pada Forprov hingga Fornas," kata Anis.

Ia menambahkan, prestasi Gobak Sodor Bondowoso selama ini cukup membanggakan. Tim putra maupun putri telah 24 kali dipercaya mewakili Provinsi Jawa Timur di berbagai ajang nasional dengan torehan prestasi yang konsisten.

"Harapan kami ke depan semakin banyak turnamen seperti ini, tidak hanya Gobak Sodor, tetapi juga olahraga tradisional lainnya seperti Egrang dan Terompah. Semakin banyak kompetisi, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Bondowoso," ujarnya.

Suasana grand final semakin semarak dengan pembagian berbagai doorprize kepada penonton. Doorprize dibagikan langsung oleh Penasihat Kriesna Cup 2026, Ady Kriesna, yang disambut antusias ribuan warga yang memadati lokasi pertandingan.

Kemeriahan juga bertambah ketika CEO Gagak Hitam turut membagikan puluhan bungkus rokok Gagak Hitam kepada penonton. Sorak sorai warga semakin memeriahkan malam penutupan turnamen yang telah menjadi perhatian masyarakat selama hampir dua bulan terakhir.

Grand final Kriesna Cup 2026 turut dihadiri Kapolsek Tegalampel, jajaran Koramil Tegalampel, perwakilan Bank Jatim Cabang Bondowoso, tokoh masyarakat, para sponsor, serta tamu undangan lainnya yang memberikan dukungan terhadap pelestarian olahraga tradisional di Kabupaten Bondowoso.

Penasihat Kriesna Cup 2026, Ady Kriesna, menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian turnamen dapat berjalan dengan aman, lancar, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

"Alhamdulillah, grand final berlangsung sukses dan antusiasme masyarakat benar-benar luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih sangat dicintai masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, aparat keamanan, sponsor, dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan Kriesna Cup 2026," ujarnya.

Menurut Ady Kriesna, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan Kriesna Cup sebagai agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan olahraga tradisional, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Dengan berakhirnya grand final pada Sabtu malam, Kriesna Cup 2026 tidak hanya sukses menghadirkan pertandingan yang kompetitif dan menghibur ribuan penonton, tetapi juga menegaskan bahwa olahraga tradisional Gobak Sodor masih memiliki daya tarik besar sebagai sarana pembinaan prestasi, pelestarian budaya, dan mempererat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Bondowoso. (ries/mmt)