Dinkes Sidoarjo Waspadai Super Flu H3N2 Subclade K, Penularan Cepat dan Gejala Lebih Berat

Reporter : Imam Hambali
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya varian influenza yang dikenal sebagai super flu.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya varian influenza yang dikenal sebagai super flu.

Baca juga: Wabup Mimik Idayana Sidak Jalan Rusak di Prambon, Perintahkan Perbaikan Pekan Depan

Varian tersebut yakni Influenza A (H3N2) subclade K, yang dilaporkan telah masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes., mengatakan berdasarkan laporan resmi Kementerian Kesehatan RI, Influenza A (H3N2) subclade K masuk dalam kategori virus emerging yang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Virus ini sebenarnya bukan sepenuhnya baru, namun telah mengalami perubahan genetik sehingga penularannya lebih cepat dan gejalanya lebih berat dibandingkan flu musiman,” ujar dr. Lakhsmie, saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan publikasi ilmiah pada Desember 2025, virus Influenza A (H3N2) pernah memicu pandemi global pada 1968 di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, virus ini kembali menjadi penyebab meningkatnya kasus influenza sepanjang 2024 hingga 2025, terutama pada kelompok anak-anak.

Baca juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang

Menurut dr. Lakhsmie, varian subclade K menyebabkan gejala yang cenderung lebih berat dibandingkan flu biasa maupun COVID-19 yang saat ini umumnya bergejala ringan hingga sedang.

“Penderitanya bisa mengalami demam tinggi hingga 39 sampai 41 derajat Celsius, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, batuk kering, sakit kepala berat, serta nyeri tenggorokan yang cukup parah,” jelasnya.

Gejala tersebut dapat membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas normal dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan keluhan flu, khususnya jika disertai demam tinggi dan nyeri tubuh yang intens. Selain gejala yang lebih berat, virus ini juga memiliki tingkat penularan yang cukup tinggi. Satu orang yang terinfeksi berpotensi menularkan virus ke dua hingga tiga orang lainnya, terutama di lingkungan padat dan ruang tertutup.

Baca juga: KB Gratis Serentak di Bondowoso, Target 5.489 Peserta, Libatkan 10 Praktik Mandiri Bidan

“Penularannya tergolong cepat dan masif, sehingga upaya pencegahan harus dilakukan secara disiplin oleh semua pihak,” tegas dr. Lakhsmie.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta rutin berolahraga.

“Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada. Dalam waktu dekat kami akan menerbitkan Surat Edaran berisi imbauan dan langkah antisipasi agar penyebaran virus ini dapat ditekan,” tukasnya. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru