Jakarta, JatimUPdate.id - Terhitung lebih dari setengah abad, Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) berdiri, tepatnya tahun 1974. Organisasi ini bukan hanya sekadar komunitas kekerabatan bagi perantau asal pulau garam.
Baca juga: Eric Hermawan Nahkodai IKAMA Jatim, Fokus Perkuat Database dan Jangkauan Organisasi
Pada peringatan HUT ke-52, IKAMA menegaskan arah baru bagi pembangunan Madura: menjadi motor utama lahirnya sumber daya manusia (SDM) unggul Madura.
Dalam momentum sakral tersebut, Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi, menyebut usia 52 tahun sebagai dekade penting untuk memperkuat fungsi dan peran organisasi dalam pembangunan manusia, baik di tanah rantau ataupun di Pulau Madura sendiri.
“IKAMA lahir pada 1974 sebagai rumah warga Madura perantauan. Rumah untuk bersatu, bersilaturahmi, dan saling menguatkan. Kini rumah itu kami dorong menjadi tempat menyiapkan masa depan,” ujar Haji Rawi di Cilincing, Jakarta Utara sebagaimana dikutip Redaksi JatimUPdate.id dari rilis resmi DPP IKAMA yang diterima pada Kamis pagi (15/012026).
Sejak awal berdiri, IKAMA bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Dua sektor ini dinilai penting untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat Madura dalam jangka panjang.
Komitmen IKAMA terhadap dunia pendidikan terbukti lewat berdirinya SMP dan SMK di bawah naungan Yayasan Darul Ma'arif yang terletak di Cilincing, Jakarta Utara. Sekolah tersebut didirikan khusus bagi anak-anak wilayah Jakarta Utara, dan telah mengalami perkembangan cukup drastis dalam beberapa tahun terakhir ini.
Selain pendirian sekolah, IKAMA juga memberikan beasiswa sebanyak 1200, bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual.
Baca juga: IKAMA Tolak Wacana Tol Suramadu Berbayar, Tegaskan Komitmen Perjuangan
"Gratis, sampai selasai!" Tutur Haji Rawi di lokasi.
Tidak hanya di perantauan, IKAMA juga aktif mendorong pengembangan SDM di Pulau Madura agar muncul generasi unggul yang mampu berkiprah di tingkat lokal, nasional, atau bahkan dunia internasional.
“Kami akan terus melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas agar lahir SDM andal yang dapat membangun Madura sekaligus berkontribusi bagi pembangunan nasional,” tegas Haji Rawi.
Di sisi lain, salah satu peran sosial-keagamaan IKAMA diwujudkan dengan cara memberangkatkan sebagian masyarakat untuk pergi umrah ke tanah suci.
Baca juga: IMAKA Gelar Diskusi Pendidikan dan Kedaerahan
"Kita berangkatkan 36 orang untuk umrah. Bagi yang belum pernah ke tanah mekah. Gratis. Ditanggung IKAMA," ujarnya di sela-sela sambutan.
Sebagai bagian dari komitmen kebangsaan, IKAMA juga menyatakan dukungan terhadap seluruh program Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Haji Rawi berharap, konsistensi IKAMA dalam penguatan SDM dapat menjadi kontribusi nyata warga Madura dalam membangun daerah dan mempercerah masa depan bangsa. (rilis/sof/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat