Probolinggo, JatimUPdate.id — PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan sekaligus Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menegaskan komitmen politik kerakyatan yang membumi, beretika, dan berpijak pada nilai spiritual.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
Dalam sambutannya, pimpinan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa 53 tahun perjalanan partai merupakan proses panjang yang menempa keteguhan ideologi dan konsistensi perjuangan membela rakyat, khususnya wong cilik.
“Sebagaimana Tema HUT ke 53 PDI Perjuangan, Satyam Eva Jayate - di sanalah aku berdiri untuk selama-lamanya. Ini adalah komitmen kesetiaan PDI Perjuangan pada ideologi, etika, dan keteladanan Bung Karno yang diteruskan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri,” tegas Anam, Pimpinan DPC PDIP Kabupaten Probolinggo sebagaimana rilis yang diterima Redaksi JatimUPdate.id pada Minggu Pagi (18/01/2026).
Momentum HUT ke-53 juga dimaknai sebagai titik balik konsolidasi internal partai. Seluruh jajaran pengurus Dari DPC, PAC sampai ranting dan kader diminta kembali satu barisan, satu komando, dan satu tujuan: membesarkan PDI Perjuangan dan mengabdi kepada rakyat.
Mengusung tema “Merawat Pertiwi, Melangitkan Perjuangan”, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menegaskan bahwa merawat pertiwi adalah politik yang membumi, bukan sekadar politik kekuasaan, melainkan kepekaan terhadap lingkungan dan keselamatan rakyat.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid
“Kabupaten Probolinggo adalah daerah rawan bencana. Karena itu, kehadiran partai harus nyata melalui BAGUNA, layanan kesehatan, dan kekuatan ranting di 330 desa sebagai early warning system—sumber informasi awal jika terjadi kerusakan alam atau bencana,” lanjutnya.
Dalam refleksi Isra Mi’raj, disampaikan bahwa peristiwa tersebut bukan hanya mukjizat perjalanan luar biasa, tetapi terjadi saat Rasulullah SAW berada pada titik paling berat secara batin.
Justru dari peristiwa itulah, Rasulullah memasuki fase baru perjuangan hingga mencapai kemenangan sosial dan politik.
Baca juga: Pengurus LDNU Wilayah Pakubeton Resmi Dikukuhkan di PP Nurul Jadid
“Ini pelajaran penting bagi kita: dari ujian dan kesabaran, lahir kekuatan moral dan kemenangan yang berpihak pada kemanusiaan,” ujarnya.
Melalui peringatan ini, PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo menegaskan kembali bahwa politik harus berakar di bumi dan berorientasi pada nilai moral, agar kekuasaan tidak menjauhkan dari rakyat dan perjuangan tetap setia pada cita-cita keadilan sosial.
Dirgahayu ke-53 PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan terus berkomitmen hadir di tengah rakyat, menjaga ideologi Bung Karno, dan merawat Indonesia. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat