Surabaya, JatimUPdate.id - Legislator Partai NasDem Imam Syafi'i buka suara kembali terkait polemik beasiswa pemuda tangguh.
Ia mengimbau agar Pemkot tidak memutus penerima manfaat sebelumnya.
Baca juga: Arif Fathoni Sebut Surabaya Butuh Perda Khusus Atur Hak Penyandang Disabilitas
"Kalau Pak Eri (Wali Kota Eri Cahyadi) juga punya niatan dengan perwali yang baru untuk warga miskin dan pra-miskin, penerima manfaat yang lama jangan diputus," tutur Imam kepada JatimUPdate.id, Kamis (29/1).
Imam menambahkan dengan perwali baru, Pemkot tetap mengucurkan bantuan meskipun Rp2,5 juta
Maka dari itu, Imam mendorong kekurangan uang UKT sebaiknya ditanggung oleh penerima manfaat sebelumnya.
Baca juga: Rupiah Melemah, Komisi C DPRD Surabaya Dorong Pemkot Sesuaikan Nilai Kontrak Proyek
"Ya suruh nambah sendiri kan sudah dikasih Rp2,5, Pemkot harus sosialisasi itu," tegas anggota Komisi D DPRD Surabaya
Sebab beber Imam, saat ini Pemkot menambah kuota beasiswa pemuda tangguh untuk warga miskin dan pra-miskin.
Baca juga: Kagumi Samurai Biru, Fathoni Minta Indonesia Tiru Pembinaan dan Kompetisi Jepang
Kendati begitu Imam mengingatkan Pemkot tidak mengabaikan tanggung jawabnya untuk penerima sebelumnya.
"Ini kan menambah, karena itu yang lamas esuai perwali, yang lama dulu dibayar UKT nya sampai selesai, khusus warga miskin ini nanti yang tambahannya itu, rekrutmen baru," urai Imam Syafi'i. (RoY)
Editor : Miftahul Rachman