Adhy Karyono Sebut Pentingnya Digitalisasi Pelayan Publik dan Inovasi Sebagai Ruh Birokrasi

jatimupdate.id
Workshop Penguatan Keberlanjutan Inovasi Pelayanan Publik Prov. Jatim di Hotel Haris Surabaya, Jumat (2/9).

Surabaya (Jatimupdate.id) -Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyebut bahwa Inovasi menjadi salah satu instrumen penting dalam proses birokrasi yang ada di Jawa Timur. Oleh karenanya, di era transformasi informasi dan transformasi digital saat ini inovasi menjadi kata kunci.

"Ibu Gubernur di berbagai kesempatan mengatakan bahwa melalui inovasi kita akan mampu menjawab harapan dan tuntutan masyarakat secara lebih cepat," ungkapnya saat membuka Workshop Penguatan Keberlanjutan Inovasi Pelayanan Publik Prov. Jatim di Hotel Haris Surabaya, Jumat (2/9).

Baca juga: Bondowoso Digital Days 2026 Resmi Diluncurkan, Pemkab Genjot ETPD dan Ekonomi Digital Daerah

Adhy panggilan akrab Sekdaprov Jatim itu mengatakan, inovasi memungkinkan setiap birokrat untuk bekerja bukan lagi dengan cara biasa atau ordinary, melainkan bekerja dengan cara cara luar biasa atau extra ordinary.

Pihaknya menyebut, jika suatu instansi ataupun birokrasi tidak melakukan inovasi secara inovatif maka kinerja yang akan dihasilkan tidak akan optimal dan bisa menurunkan kepercayaan publik.

Baca juga: Prabowo: Dari Stabilitas-Kompromistis Menuju Akuntabilitas

"Perkembangan dunia dan tuntutan layanan publik yang semakin cepat  dan masif ini harus ditangkap sebagai bentuk pelayanan yang harus dijawab secara prima melalui sarana inovasi dan kreatifitas," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Sekdaprov Adhy, Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga untuk mendorong pemerintah cepat mengadopsi program maupun sistem secara digital. Area area publik juga terus dioptimalkan untuk memberikan pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga masyarakat turut mengakselerasi dan memodernisasi pelayanan publik.

Baca juga: Gokil! Lewat Tangan Kreatif Kang Asep, Desa Jenggawah Sukses Lahirkan Inovasi BBM dari Sampah Plastik!

Digitalisasi pelayanan publik tidak hanya berbicara tentang kesiapan infrastruktur digital saja, tetapi juga harus diikuti oleh perubahan pola fikir dan kompetensi baik kepada penyedia pelayaanan publik maupun masyarakat sebagai pengguna layanan publik. (yah)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru