Surabaya, JatimUPdate.id - Gempa bumi yang mengguncang wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya pada Jumat (6/2) pukul 01.08 WIB mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan.
Baca juga: Railway Scenic Index
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya segera mengambil langkah penghentian sementara operasional kereta demi menjamin keselamatan penumpang dan perjalanan.
Sesuai prosedur standar, KAI menerapkan langkah Berhenti Luar Biasa (BLB) untuk seluruh kereta yang melintas di wilayah operasional Daop 8.
Langkah ini memberikan waktu bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi prasarana kereta api.
“Prosedur ini penting untuk memastikan keamanan jalur rel, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya sebelum operasional dilanjutkan,” ujar Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono.
Mahendro menegaskan bahwa aspek keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama, terutama dalam situasi darurat seperti gempa bumi.
“Penghentian sementara perjalanan kereta api adalah langkah antisipatif. Kami ingin memastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi aman sebelum operasional kembali dijalankan,” tambahnya.
Petugas lapangan segera dikerahkan untuk memeriksa seluruh jalur di berbagai titik wilayah Daop 8 Surabaya.
Berdasarkan laporan bertahap dari lapangan, seluruh jalur dinyatakan aman dan layak operasi. Setelah pemeriksaan selesai, operasional kereta api kembali berjalan normal.
Baca juga: Pemprov Jatim Matangkan Proyek Kereta Urban Surabaya Bareng Pemerintah Inggris
Akibat penghentian sementara, sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan dengan rincian sebagai berikut:
KA Matarmaja mengalami keterlambatan 30 menit.
Dua KA Ijen Ekspres terlambat masing-masing 69 menit dan 66 menit.
KA Limas serta layanan angkutan barang (cargo) terlambat 42 menit.
KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mahendro juga mengapresiasi pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Baca juga: Pemkab Nganjuk Usulkan KA Lokal Berhenti di Stasiun Nganjuk
KAI memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi prasarana serta operasional perjalanan kereta api. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan layanan transportasi bagi masyarakat.
“Kami tetap mengedepankan aspek keselamatan agar pelanggan dapat menikmati layanan transportasi yang aman dan nyaman,” pungkas Mahendro.
Langkah cepat KAI dalam menangani dampak gempa bumi menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan penumpang.
Dengan pemeriksaan menyeluruh dan respons tanggap darurat, operasional kereta api berhasil kembali berjalan normal tanpa insiden.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari KAI guna mendapatkan pembaruan terkini terkait layanan. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat